Ini Tanggapan AHN Soal Dokteroid yang Operasi Bocah Secara Herbal di Banggai

- Periklanan -

PALU – Operasi kecil secara herbal yang dilakukan dokteroid Abdullah Louis di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang viral di media sosial belum lama ini tak hanya memantik tanggapan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tetapi  juga oleh Asosiasi Herbalis Nusantara (AHN).

(baca: Operasi Bocah Secara Herbal, IDI Polisikan Dokteroid Abdullah Louis
dan Soal Dokteroid, Polisi Minta Keterangan Dua Saksi Ahli)

Erwin Eka FP

Dalam rilis klarifikasinya yang disampaikan ke redaksi radarsultengonline.com, ketua AHN Erwin Eka FP menjelaskan, kasus ini harus disikapinya karena mengaitkan para herbalis, apalagi saat oknum tersebut diperiksa kepolisian ditemukan Sertifikat Herbalis yang dikeluarkan AHN.

Erwin menegaskan, benar Louis pernah mengikuti Pelatihan Herbalis dari AHN dan mendapatkan sertifikat Herbalis.

“Namun perlu diketahui bahwa sertifikat tersebut hanya menyatakan bahwa Louis telah selesai mengikuti pelatihan Herbalis dan punya pengetahuan untuk melakukan pengobatan dengan tumbuhan saja. Bukan untuk melakukan tindakan medis, atau untuk mengaku-ngaku sebagai dokter,” sebutnya.

Dijelaskan, dalam pelatihan  AHN, hanya diajarkan cara-cara pengobatan dengan tumbuhan dan tidak mengajarkan dan tidak pernah menyarankan kepada peserta pelatihan untuk melakukan tindakan medis secara ilegal.

- Periklanan -

“Jadi soal praktik medis ilegal yang dilakukan Louis itu bukan berasal dari pelatihan Herbalis Nusantara,” tekannya.

Menurutnya, srtifikat AHN merupakan penanda bahwa seseorang tersebut telah mengikuti Pelatihan Pengobatan Herbal dan lulus uji kompetensi sesuai standar AHN. Sertifikat tersebut sama sekali tidak bisa melegitimasi seseorang untuk boleh membuka praktik pengobatan apa pun.

“Perlu kita pahami bahwa surat ijin melakukan praktik pengobatan tradisional hanya bisa dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan terkait. Sama sekali tidak dibenarkan seseorang yang tidak memiliki ijin resmi tersebut untuk membuka praktik pengobatan,”tegasnya.

Disebutkan, tindakan yang dilakukan Louis bukanlah tindakan yang sesuai dengan apa yang diajarkan di Pelatihan Herbalis Nusantara, dan sama sekali tidak bertangungjawab atas kegiatan Louis yang mengaku sebagai dokter dan juga melakukan tindakan medis layaknya seorang dokter.

“Kami mendukung upaya pemerintah dan para penegak hukum yang memproses kasus ini dengan adil, demi kebaikan bersama. Kami setuju bahwa harus ada tindakan tegas terhadap oknum yang melanggar hukum, terutama kaitannya dengan kesehatan dan nyawa orang lain,” imbuhnya.

Ia mengimbau, terutama netizen yang membuat opini tentang kasus ini, supaya menilai kasus ini dengan bijaksana. Apabila ada oknum herbalis yang melakukan tindakan melanggar hukum, bukan berarti semua herbalis adalah pelanggar hukum.

“Dan kami rasa ini berlaku dalam semua profesi. Misalnya kita pernah mendengar dan melihat berita di TV bahwa ada seorang guru yang melakukan kekerasan kepada murid, bukan berarti semua guru suka melakukan kekerasan kepada murid. Karena itu hanya oknum,” tutup Erwin. (*/)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.