Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ini Penyebab Terjadinya Antrean Panjang di SPBU

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kondisi antrean di SPBU karena keterlambatan masuknya BBM, Selasa (5/12). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Beberapa hari terakhir sering terlihat antrean panjang dan mengular baik kendaraan roda dua maupun roda empat hingga ke ruas jalan di sejumlah SPBU di Kota Palu. Dari pantauan Radar Sulteng, Selasa (5/12) kemarin, contohnya di SPBU 74-94127 di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, pada pukul 13.26 wita, kendaraan mengular hingga ke ruas jalan dan mengganggu arus lalu lintas di sekitarnya.

“Hingga siang ini baru ada premium yang masuk, pertamax, pertalite, solar non subsidi dan solar belum ada masuk,” kata Pengawas SPBU Ki Hajar Dewantara, Wandi kepada Radar Sulteng.

Keterlambatan pendistribusian BBM di SPBU pun berdampak pada aktivitas masyarakat yang membutuhkannya. “Kalau di SPBU lain kosong, pasti larinya ke SPBU yang ada stoknya, jadi bisa antrean panjang begini,” tambah Wandi.

Masih pantaun koran ini, SPBU 74-94205 ini juga terlihat kondisi yang sama sekitar pukul 14.00 Wita. Antrean panjang juga terlihat yang mengakibatkan arus lalu lintas di depan SPBU menjadi sedikit tersendat. “Solar jam 1 siang masuk dan pertalite sekitar jam 9 pagi,” kata Pengawas SPBU, Eksan.

Terpisah, SE Retail Pertamina, Fandi Ivan Nugroho mengungkapkan bahwa pada Sabtu (2/12), terjadi keterlambatan kapal tanker dari kilang Balikpapan dikarenakan cuaca buruk di perairan Balikpapan. Sehingga untuk memastikan semua dalam kondisi safety dan menunggu cuaca kembali membaik dan gelombang normal, Minggu (3/12) kapal tanker tiba membawa 2.000 KL premium dan 2.000 KL solar.

“Kami mulai penyaluran sejak pukul 06.00 wita pagi untuk menormalkan stok BBM di SPBU. Kami harapkan sore ini (kemarin, red) semua stok SPBU telah dipenuhi dan masyarakat tidak perlu panik, karena seluruh stok BBM dalam kondisi mencukupi,” jelas Ivan. (acm/*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.