Ini Pengakuan Selvi, Ibu yang Tega Buang Bayinya hingga Meninggal

- Periklanan -

Kelahiran anak bagi orang tua menjadi suatu anugerah. Namun lain halnya bagi Selvi alias Sele. Mengandung anak keenam, ibarat kebobolan gol dari lawan tanding. Dia pun diduga sengaja membuang anaknya, usai dilahirkan di saluran air.

LAPORAN : SUDIRMAN, Palu

Terdakwa Selvi alias Sele (berbalik badan) saat melakukan rekonstruksi apa yang dilakukannya saat melahirkan dan meninggalkan anaknya yang meninggal di dalam saluran air. (Foto: Wahono)

SAMBIL terus menunduk, Selvi alias Sele menjawab satu persatu pertanyaan dari hakim maupun jaksa, saat berlangsungnya sidang dugaan pembunuhan yang dilakukan Selvi terhadap darah dagingnya sendiri.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palu itu, belum lama ini, memang mengagendakan pemeriksaan terdakwa.

Meski terus menjawab, namun keterangan dari mulut terdakwa Selvi, membuat hakim geram, karena jawabannya berbelit-belit. Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai, Hj Aisa Hi Mahmud SH MH,  Selvi bahkan menyalahkan ayah kandungnya, sehingga dia nekat menghilangkan nyawa sang bayi di dalam saluran air.

Kasus yang menjerat terdakwa Selvi terjadi di Jalan Nambu, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, November 2017 silam. Di dalam sidang dia mengaku tidak sengaja dan tidak tahu kalau akan melahirkan saat buang air besar di saluran air, tempat jasad bayinya ditemukan warga dengan kondisi yang sudah membusuk.

Ketika dengan kekuatan mengeluarkan kotoran, bersamaan itulah bayinya ikut keluar, kemudian jatuh di saluran air. Bukannya turun mengambil anak keenamnya itu, dia malah membiarkan bayi tersebut tercebur ke saluran air.

“Saya memang tidak minta tolong, juga tidak memberitahukan orang di rumah,” kata Selvi kepada majelis hakim.

“Kenapa kau tidak ambil bayimu, untuk dikuburkan dengan baik-baik jika kau tidak sengaja,” tanya salah seorang majelis hakim yang mendapingi hakim ketua Aisa H Mahmud.

Menjawab pertanyaan itu, Selvi hanya mengaku sudah sangat ketakutan. Dia juga tidak mau memberitahukan kepada orang tuanya karena di rumah hanya ada ibunya.

“Bapak saat itu keluar,” sebutnya.

- Periklanan -

Keterangannya ini sangat bertentangan dengan pernyataannya yang lain. Ibu enam orang anak ini, sangat tahu dan dapat membedakan perasaan jika akan buang air besar dengan rasa sakit jika akan melahirkan. Tetapi dia tetap saja beralasan tidak sengaja dan tidak tahu kalau akan melahirkan saat sedang buang air besar.

Dia juga mengaku tidak memberitahukan orang di rumah kalau sudah melahirkan karena ternyata ayahnya, yakni saksi Ardin pernah mengancam terdakwa soal kehamilan anak keenamnya itu.

“Ayahku mengancam akan membunuhku jika saya tidak membunuh bayiku,” kata Selvi.

Inilah keterangan terdakwa yang sangat bertetangan dengan keterangannya yang tidak sengaja melahirkan saat buang air besar (BAB). Majelis hakim terus mempertanyakan. “Kenapa bapakmu mau membunuhmu, karena kehamilanmu itu?,” tanya majelis hakim lagi.

Menjawab hal itu, Selvi hanya beralasan kalau bapaknya tidak suka sama suaminya, yakni Herman atau suami kedua yang pernah bersaksi di persidangan sebelumnya. Ditanya mengapa ayahmu tidak suka sama Herman, terdakwa sudah tidak dapat menjawabnya lagi.

Malah saksi sendiri diduga sengaja membunuh bayinya, karena ketika ditanya apakah rasa sayangnya pada bayinya. Dia juga kesulitan menjawab karena faktanya bayi yang dikandungnya itu telah meningga dunia.

Semua keterangan terdakwa inilah yang dinilai berbelit belit. Seperti mengenai dia diancam oleh ayahnya. Karena pada sidang sebelumnya, sang ayah kandung Ardin, mengatakan di dalam persidangan bahwa dia tidak tahu soal Selvi hamil. Karena selama tingga di rumahnya, terdakwa Selvi selalu menutupi kehamilannya menggunakan daster.

“Saya tidak tahu yang mulia, dia pakai daster terus di rumah,” kata Ardin ayah terdakwa.

Ardin baru mengetahui jika anaknya Selvi hamil dan telah melahirkan setelah polisi datang ke rumahnya di Kelurahan Petobo.  “Nanti tahu ada polisi,” kata Ardin lagi.

Sebelumnya juga saksi Herman suami kedua terdakwa menerangkan kalau Selvi tidak sengaja membunuhnya anaknya. Cerita yang didapatkan Herman dari Selvi bahwa dia melahirkan sementara BAB.

“Katanya melahirkan saat sementara buang air. Tidak sengaja katanya, tapi yang saya sesali sehingga saya katakan, kalau tidak sengaja, kenapa kau (terdakwa,red) tidak turun ambil anak itu,” tutur Herman.

Dari semua fakta sidang itulah sehingga keterangan terdakwa dinilai berbelit belit. Hal itulah yang sempat membuat majelis hakim geram terhadap terdakwa. Meski begitu terdakwa tetap dengan keterangannya tersebut.

Selanjutnya terdakwa Selvi akan menjalani sidang dengan agenda tuntutan. Majelis hakim memberikan kesempatan kepada jaksa Thomas SH, untuk menyiapkan tuntutannya. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.