Ini Pengakuan Dua Karyawan Alfamidi yang Ditodong Rampok

- Periklanan -

Aksi perampokan di mini market Alfamidi, Jalan Dewi Sartika, menjadi pelajaran tersendiri bagi dua karyawan mini market tersebut, Muhammad Maris dan Yunus. Kewaspadaan saat bekerja di waktu tengah malam dan tidak mudah percaya pada pembeli, mutlak harus dilakukan.

Laporan : Wahono, Birobuli Selatan

Karyawan Alfamidi saat memutar rekaman CCTV aksi perampokan yang terjadi pada tanggal 16 Januari 2018. (Foto; Wahono)

REKAMAN Closed Circuit Television (CCTV) menjadi saksi, betapa takutnya dua karyawan Alfamidi tersebut ketika diancam parang oleh para pelaku, Selasa dinihari lalu. Baik Maris maupun Yunus, yang kebagian shift untuk malam hingga pagi, sama sekali tidak curiga, ketika dua pelaku masuk ke gerai Alfamidi Dewi Sartika, sekitar pukul 03.30.

- Periklanan -

Meski dari luar kedua pelaku sudah terlihat aneh, dengan sama-sama memakai masker dan jaket berpenutup kepala, namun Maris dan Yunus belum sadar rencana dua pelaku itu. Salah satu pelaku, sempat meminta untuk diambilkan satu slop rokok. “Waktu saya kasihkan rokok, pelaku langsung todongkan senjata tajam (Sajam) ke saya. Tanpa pikir panjang saya langsung lari ke lantai atas, bersama Yunus untuk mengamankan diri,” terangnya.

Mereka pun, sudah tidak memperdulikan lagi perintah pelaku untuk mengisi tas ransel yang memang telah dipersiapkan untuk menampung seluruh rokok yang ada di pajangan. Saat berada di lantai dua, keduanya terus berdoa agar pelaku tidak mengejar ke lantai dua. “Ternyata tidak, saat kita lihat CCTV, mereka langsung main ambil-ambil sendiri uang di meja kasir dan rokok-rokok yang dipajang,” tuturnya.

Rekaman CCTV yang ada, sempat menjadi bahan tertawaan karyawan lainnya, yang juga rekan-rekan dari Maris maupun Yunus, saat melihat ekspresi ketakutan keduanya. Apa yang menimpa keduanya itu, kelak bakal jadi pelajaran penting, saat mendapat tugas pada malam hari untuk terus waspada. Meski memang di mini market tersebut, tidak ada Satpam, namun kedepan mereka berdoa kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dilihat dari kondisi sekitar gerai Alfamidi yang ada di Dewi Sartika, sangat memudahkan pelaku melakukan aksinya. Karena, selain berada di jalan poros Palu-Sigi, kondisi di sekitar gerai tersebut saat malam memang sangat sepi.  Untuk itu lah, mengapa pihak kepolisian, sangat berharap di masing-masing gerai Alfamidi, menempatkan satu tenaga pengamanan atau Satpam yang benar-benar terlatih, untuk mencegah terjadinya aksi-aksi semacam itu, kembali terjadi. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.