alexametrics Ini Gagasan Hebat Wahid Tarim, Jangan Tertumpu Sama Ketua – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ini Gagasan Hebat Wahid Tarim, Jangan Tertumpu Sama Ketua

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-PALU-Salah satu kader Partai Golkar Kota Palu, Wahid Tarim, kepada Radar Sulteng mengemukakan pendapatnya tentang kaderisasi dan kepemimpinan di tubuh Partai Golkar Kota Palu.

Wahid mengatakan, mengenai konsep dan gagasan, dipertajam lagi untuk mengetahui apa sasaran atau target seorang bakal calon (Balon) Ketua Partai Golkar Kota Palu itu.

“ Apa target-targetmu ketika memimpin partai. Apakah si bakal calon itu mampu menyatukan kader, dan melakukan konsolidasi. Target yang harus dituju oleh seorang ketua partai yaitu menang. Menang dalam segala pertarungan, “ tegas Wahid Tarim.

Menurutnya, partai adalah perpanjangan aspirasi masyarakat. Partai harus tahu dan melihat perkembangan daerah. Melihat apa kebijakan partai yang perlu diaspirasikan.

“ Tidak bisa monoton. Tidak bisa hanya melihat yang penting kita sudah bisa lakukan ini ataupun itu. Itu tidak bisa, mestinya calon ketua harus memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif, “ tandasnya.

Kontribusi partai itu berssama-sama membangun suatu daerah. Tetapi, ketika ada kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, partai terutama anggota-anggota DPRD dari sebuah partai harus tampil dan melakukan koreksi kepada pemerintah.

“ Anggota Fraksi dari partai yang ada di DPRD harus melakukan kontrol kepada pemerintah. Memberi masukan, memberi peringatan. Seorang pemimpin itu kan memiliki buku, berupa visi dan misi. Sebab, tanpa itu maka tidak ada kontrol lagi, “ tegasnya.

Dikatakannya, target partai politik itu melakukan konsolidasi, memenangkan, mempersatukan, bagaimana kebersamaan dalam partai. Kemudian membuka diri dengan situasi saat ini untuk kader-kader muda. Minimal ada unsur kesinambungan. Apa yang kita butuhkan dalam partai untuk kesinambungan. Berapa sayap-sayap yang dibutuhkan. Selanjutnya, dari unsur tokoh masyarakat, pendiri, yang didirikan, semua harus bersinergi.

“ Generasi mudanya berapa persen, perempuannya berapa persen. Nah, untuk memenuhi ini harus digodok dengan baik. Dalam menyusun komposisi kepengurusannya itu mesti diolah dengan baik. Kalau seperti Kota Palu kan ada delapan kecamatan, harus ada keterwakilan setiap kecamatan. Nanti kekuatannya itu adalah kebersamaan, “ jelasnya.

Selain itu, seorang calon ketua memiliki kemampuan menggerakkan organisasi, tanpa itu juga meski kita punya ide tetapi tidak memiliki finansial yang mumpuni maka gerakan kita akan terhambat. Tetapi kalau ada yang memiliki kekuatan itulah yang harus mendorong kita untuk maju bersama-sama.

“ Makanya yang dibutuhkan dalam kepengurusan adalah keikhlasan, kemudian mampu bersama–sama membangun partai ini. Tidak bisa juga semua tertumpu kepada ketua, semua pengurus harus bersatu dalam bingkai kebersamaan, dan kekeluargaan, “ ulasnya.

Sehingga kedepan, semua partai yang saat ini sedang melakukan konsolidasi, dengan mendekatkan diri kepada tokoh-tokoh masyarakat. Partai Golkar sebagai partai besar dan sudah lama, serta berpengalaman, memiliki kader-kader dan jaringan yang kuat. Punya struktur yang kuat dari atas sampai ke bawah. Tinggal kita sendiri yang mengambil inisiatif, mau digerakkan atau tidak.

Selanjutnya, ada evaluasi. Bahwa evaluasi itu penting, dari tingkat kotanya, kecamatannya, kelurahannya, sampai ke tingkatan RW dan RT.

“ Apanya yang dievaluasi ? Misalnya Pileg, Pilkada, dan Pilpres. Sehingga kita mengetahui dimana kekurangannya. Kenapa sampai jadi begini. Hal itu bercermin dari visi dan misi yang menjadi patron atau semacam pedoman kita untuk melakukan langkah-langkah strategis, rencana aksi, dan pelaksanaan program, “ bebernya.

Wahid juga mengatakan, paling kurang seorang sosok calon ketua partai itu dikenal oleh masyarakat. Juga memperkuat struktur masyarakat dan sangat dikenal.

“ Ohh itu si anu disana, “ ujarnya, melukiskan keterkenalan sang calon ketua. Menurutnya, ketua partai itu tidak hanya dikenal di lingkungannya sendiri, tetapi sudah dikenal luas oleh masyarakat. Kalau perlu yah delapan kecamatan ini sudah mengenal dia. Misalnya jejak-jejak dia, bagaimana dia membantu masyarakatnya.

Singkatnya, seorang ketua partai itu menjadi garda terdepan perjuangan. Ketua partai juga harus dekat dan terbuka dengan kalangan wartawan atau media. Tidak bisa alergi dengan media. Mengangkat popularitas seorang tokoh itu karena peran media yang besar dan massif.

“ Tidak bisa seorang ketua partai itu menutup diri dengan media. Karena dalam perkembangan zaman saat ini, masyarakat sudah sangat dekat dengan media, “ bebernya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.