Ini Besaran UMP Sulawesi Tengah Untuk 2018

- Periklanan -

Ilustrasi

PALU – Terhitung 1 Januari 2018, Upah Minimum Provinsi (UMP) sudah harus diberlakukan bagi seluruh perusahaan. Hal ini sesuai dengan keputusan Dewan Pengupahan Sulteng yang mana telah ditetapkan oleh Gubernur Sulteng, Drs Longki Djanggola Msi pada 1 November 2017.

Kepala Bidang PHI dan Wasnaker Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Provinsi Sulteng, Joko Pranowo mengatakan, UMP untuk 2018 adalah Rp1.965.232 dan telah ditetapkan sesuai dengan inflasi dan PDP seluruh Indonesia. Kenaikannya dari tahun sebelumnya adalah 81,7 persen. “Kenaikan ini sama dengan provinsi lain yang ada di Indonesia,” ucapnya kemarin (14/12).

- Periklanan -

Sementara itu, untuk Upah Minimum Kota (UMK) saat ini sedang proses penandatanganan oleh Gubernur. Untuk UMP sendiri kata Joko, berlaku bagi kabupaten/kota yang belum memiliki Dewan Pengupahan. “Seperti Kabupaten Sigi, Tojo Una-una, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut, di lain itu sudah memiliki Dewan Pengupahan,” katanya.

Lanjutnya, UMK Kota Palu memiliki kenaikan yang sama dengan tingkat inflasi dan PDP yakni 81,7 persen. UMK sendiri mengalami kenaikan sebesar Rp150.000 dari upah sebelumnya. “Sudah harus berlaku semua dan saya berharap agar semua perusahaan untuk mematuhinya,” sebutnya.

Dijelaskannya, berdasarkan struktur skala upah, orang yang bekerja satu tahun dengan orang yang bekerja dua atau tiga tahun, sudah harus dibedakan. Seandainya ada perusahaan yang tidak mampu, masih ada tenggang waktu dimana batas yang ditentukan tanggal 20 Desember 2017, perusahaan tersebut boleh mengajukan penangguhan untuk UMP atau UMK. “Tentunya dilengkapi dengan persyaratan-persyaratan,” terangnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.