Ini Atribut Juru Parkir di Palu yang Resmi

- Periklanan -

Seorang Jukir dengan berseragam rompi warna hijau-biru sedang mengarahkan kendaraan yang akan parkir di rumah makan yang berada di bilangan Jalan Setia Budi. (Foto: Mugni Supardi)

PALU-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu tengah melakukan perbaikan-perbaikan yang lebih efektif terhadap penataan Juru Parkir (Jukir) di kota Palu. Salah satu upayanya dengan memberikan atribut baru berupa rombi, topi, dan kartu pengenal. Atribut tersebut untuk identifikasi Jukir legal dan ilegal.

Kepala Dishub Kota Palu Setyo Susanto mengungkapkan bahwa pemberian kelengkapan atribut baru serta perubahan warna atribut, merupakan salah satu tujuan dari mengidentifikasi Jukir yang resmi dan yang tidak resmi.

“Itulah salah satu alasan kenapa harus berubah warna,” ungkapnya kepada Radar Sulteng saat dihubungi lewat handphone selulernya kemarin, Sabtu (20/1).

Selain itu juga, perubahan warna pun dilakukan dikarenakan bahwa warna rompi yang sebelumnya pernah digunakan oleh jukir, mudah untuk gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau rompi kuning yang lalu itu bisa dijahit di mana saja, karena tanpa ada logo resmi, dan semua orang bisa menggunakannya, sementara rompi ini khusus jahitannya berbeda dengan rompi sebelumnya dan ada logo resminya,” sebutnya.

- Periklanan -

Untuk pembagian kelengkapan atribut ini juga, kata Setyo, belum semua Jukir telah menerima rompi, karena dengan alasan waktu. Namun, dapat dipastikan bahwa dalam waktu yang tidak lama juga, semua jukir yang berjumlah sebanyak 689 orang yang terdata di Dishub, akan mendapat bagian menerima rompi secara gratis.

“Rencananya minggu depan semuanya sudah selesai pembagian rompi-nya, dan diharapkan untuk Satgasnya masing-masing dapat bekerja secepatnya,” bebernya.

Selain dari 689 orang jukir yang terdata di Dishub, melalui dengan pembagian rompi warna hijau biru ini, Setyo berpesan kiranya jukir yang belum terdata secara resmi untuk dapat melapor ke Dishub kota untuk dilakukan pendataan.

“Termasuk juga pemilik usaha warung makan, atau yang sejenisnya, yang ada jukir di sana, dan belum terdata silahkan untuk bisa melaporkan ke Dishub kota,” ucapnya.

Untuk pemberian seragam rompi yang hanya diberikan satu buah saja, kepada semua jukir yang ada, itu merupakan salah satu langkah yang efektif agar atribut rompi ini tidak di salah gunakan.

“Kalau dikasih dua atau lebih nantinya, kekhawatiran saya bisa jadi rompi itu dikasih pinjam sama orang lain, untuk disalahgunakan,” tutupnya.(cr7)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.