PENDIDIKANSULTENG

Implementasi MBKM dengan Kreasi dan Inovasi Mahasiswa

Adhriansyah A. Lasawali, S.S., M. Hum.(FOTO : MUCHSIN SIRADJUDIN/RADAR SULTENG)
Melihat

PALU-Kepada Radar Sulteng, Wakil Dekan (Wadek) I Bidang Akademik Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Adhriansyah A. Lasawali, S.S., M.Hum, menjelaskan tentang proses perkuliahan yang sudah berjalan kurang lebih satu bulan.

“ Berdasarkan hasil monitoring perkuliahan, yang dilakukan oleh ketua-ketua Prodi. Dan dilaporkan kepada wadek I, terdapat beberapa dosen yang melalaikan tugas mengajarnya. Maka hasil monitoring itu dibagi ke dosen-dosen, sehingga dari beberapa dosen ini ada yang mendapatkan surat peringatan (SP 1), ada pula yang hanya mendapatkan surat penyampaian saja. Ini dimaksudkan agar para dosen lebih giat dan aktif dalam melaksanakan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, “ papar Adhriansyah, Selasa (29/3).

Dari sisi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, FAI telah mendapatkan Road map penelitian dan pengabdian dari Lemabaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarat (LP2M), yang selanjutnya oleh FAI akan dibreak down menjadi road map penelitian tingkat fakultas dan program studi.

“Hari ini roadmap penelitian itu sudah diturunkan ke fakultas. Selanjutnya dibreakdown fakultas untuk menjadi roadmap penelitian, baik di tingkat fakultas maupun prodi. Itu bukan hanya di penelitian saja, tetapi juga untuk di pengabdian, “ terangnya.

Menurutnya, dengan adanya roadmap itu, bertujuan agar semua penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa memiliki acuan yang sama, sehingga tidak terjadi berbagai kesalahan dalam melakukan melakukan penelitian dan pengabdian.

Demikian juga untuk pengembangan akademik, sebagai Wadek I, atau program studi (Prodi) selalu memberikan yang terbaik untuk mahasiswa. Misalnya dalam pengembangan akademik itu pihaknya selalu mengadakan seminar-seminar ataupun kuliah umum yang diisi oleh berbagai pakar dari bidang ilmu masing-masing yang disesuaikan dengan lima prodi yang terdapat di FAI. Mengingat di FAI Unismuh Palu ada lima prodi. Ada prodi yang takhassusnya pada pendidikan, hukum, dan komunikasi penyiaran Islam. Maka setiap ada seminar, disesuaikanlah dengan prodi-prodi itu. Apakah seminar atau kuliah umum.

Terkait dengan penulisan dosen di jurnal-jurnal ilmiah, tidak ada pembatasan bagi dosen untuk mengembangkan tulisan ilmiahnya dipublikasikan di jurnal saja. Baik jurnal lokal maupun jurnal internasional. Tetapi FAI memberikan kebebasan akademik kepada para dosen, boleh menulis dan memasukannya dimana saja. Apakah di media cetak (koran) mungkin ada kolom pendidikan atau kolom tentang dakwah.

“ Dosen-dosen itu diberikan kebebasan untuk menulis gagasannya diberbagai jurnal ilmiah. Silakan berkreasi di berbagai fasilitas publikasi. Karena dari tulisan para dosen itu, mereka akan mendapatkan nilai tambah di Prodi home basenya masing-masing. Karena biasanya, ketika dilakukan akreditasi, asesor akan bertanya apakah ada dosen-dosen prodi yang selalu menulis di juranl nasional dan internasional, selain itu juga biasanya juga ditanyakan adakah dosen-dosen prodi yang menulis atau ide-idenya diterbitkan dalam media elektronik seperti Koran dan laian-lain.

“ Makanya setiap tulisan dosen yang terbit di Koran itu kami berusaha untuk mengklipingnya. Sehingga nanti, ketika ada akreditasi kami memperlihatkan bahwasanya dosen kami dari prodi ini pernah memasukan tulisannya di koran ini. Sehingga ini menjadi data tambahan bagi para asesor dalam visitasi, “ urainya.

Seperti diketahui FAI Unismuh Palu sudah memiliki jurnal ilmiah namanya Jurnal Iqra, Kependidikan dan Keislaman. Jurnal itu Insya Allah akan terakreditasi. Dijelaskan Wadek I, sekarang nilainya sudah turun, tinggal menunggu penentuan Surat Keputusan (SK)-nya. Jurnal ini bukan hanya diisi oleh penulis dosen lokal, tetapi juga terbuka untuk dosen dari fakultas dan perguruan tinggi lain.

Mengenai konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM), saat ini FAI Unismuh masih merancang dan kini sudah memasuki tahap akhir.

“ Kami sudah merancang kurikulumnya, dan Isnya Allah di tahun akademik yang baru mungkin kami sudah menerapkan MBKM itu. Dimana mahasiswa di konsep MBKM ini diberikan kebebasan memilih apakah mereka normalnya kuliah di kampus atau mengikuti kurikulum MBKM itu, karena dari MBKM itu ada 60 SKS yang mereka kuliahkan di luar dari prodi dan kampus mereka. Ada magang, ada juga pertukaran tempat perkuliahan dengan Prodi yang berbeda. Supaya mereka mengenal juga atau mendapatkan pengalaman baru ketika mereka kuliah di tempat yang bukan basic keilmuan mereka. Tetapi itulah ruh sesungguhnya dari merdeka belajar yaitu mereka bebas memilih materi yang akan mereka pelajari.

Dalam kompetisi menajamkan kualitas pendidikan seorang mahasiswa, FAI Unismuh, setiap tahun mengadakan Kemah Kerja. Beberapa bulan yang lalu FAI Unismuh sudah melaksanakan Kemah Kerja itu dan kegiatan ini dilaksanakan secara terus menerus setiap tahun. Dalam kegiatan ini, diadakan kompetisi antar mahasiswa, berupa Tahfiz Alquran, Tilawah, debat bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Demikian pula ada pidato bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Juga tidak ketinggalan lomba kaligrafi, serta karya tulis ilmiah.

“ Semua ini dilakukan untuk menggali potensi-potensi dan minat bakat yang ada dalam diri mahasiswa. Tujuannya mencari bibit-bibit mahasiswa supaya kami bisa mempersiapkan di ajang lomba yang lebih tinggi. Setiap dua tahun, FAI Unismuh Palu selalu mengikuti Pekan Olahraga, Seni dan Karya Ilmiah (POSKI), “ tuturnya.

Mahasiswa yang sudah ikut lomba dan meraih juara di kegiatan Kemah Kerja, itu yang mendapat bimbingan khusus sehingga dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan seperti pada perlombaan yang ada di POSKI tadi. Wadek I tidak henti-hentinya memberikan motivasi kepada mahasiswa bahwa kita tidak mengejar peringkat kejuaraannya, tetapi bagaimana apa yang kita pelajari hari ini itu bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa dan lingkungannya masing-masing.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.