IMI Sulteng Harapkan Atlet Balapnya Tidak Pindah ke Provinsi Lain

- Periklanan -

PALU-Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar rapat kerja (Raker) ke III Tahun 2021, guna membahas berbagai program kerja, salah satunya kesiapan IMI Sulteng menuju PON XX di Papua. Kegiatan Raker dibuka oleh Gubernur Sulteng diwakili Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, Dr. Elim Somba, di venue Sircuit Bukit Panggona Kota Palu, Sabtu (3/4).

Ketua Panitia pelaksana IMI Sulteng, Muhammad R, S.Sos, kepada Radar Sulteng menjelaskan paparan dan laporannya kepada Gubernur, tentang kondisi terkini IMI Sulteng, dan kesiapan para pelatih dan para atlet binaan IMI yang tengah mempersiapkan diri menuju perhelatan akbar PON XX di Papua.

“ Pak Gubenur, kami di Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Tengah ini sudah bersyukur tetapi belum bahagia. Kenapa saya katakan bersyukur tetapi belum bahagia ? Karena banyak sekali atlet balap motor yang kami bina di sircuit Bukit Panggona ini, yang kami kader semuanya berhasil tetapi keberhasilan mereka itu justeru tidak memperkuat daerah kita yang kita cintai ini. Mereka pindah ke daerah lain, membawa bendera provinsi lain, atau memperkuat provinsi lain, “ kata Muhammad.

Diungkapkan Muhammad, berpindahnya para atlet itu meski sudah dibina dengan baik di Sulteng, tentu ada masalahnya yaitu masalah financial. Oleh sebab itu, selaku pengurus IMI Sulteng, Muhammad meminta kepada Gubernur Sulteng agar mengalokasikan dananya dalam rangka mendukung semua program IMI Sulteng juga sebagai pembinaan atlet. Dan yang paling penting saat menghadapi lomba dan kejuaraan baik regional, nasional, maupun internasional, termasuk iven PON XX Papua yang sudah di depan mata.

“Alokasi anggaran tambahan untuk IMI Sulteng, dimaksudkan agar atlet yang kami kader dan kami bina ini tidak berpaling ke Provinsi lain. Lihat saja, yang juara, yang naik podium di kancah nasional itu atlet-atlet Sulteng sebenarnya, tetapi membawa nama provinsi lain, “ ungkap Muhammad.

Dijelaskannya, atlet Sulteng bernama Anggi Setiawan, salah satu muridnya Valentino Rossi. Di Indonesia itu ada tiga murid the Doktor VR 46 julukannya Valentino Rossi, salah satunya Anggi Setiawan. Anak Sulteng yang tinggal di Kampung Lere, Alhamdulillah masih tinggal di Sulteng.

Muhammad lalu memberi contoh atlet Sulteng yang pindah ke provinsi lain, yaitu Wawan Wello, yang kemarin juara I (satu) di Australia, itu anak Sulawesi Tengah.

“Wawan Wello ini anak dari Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), tetapi membawa bendera provinsi lain, di Australia membawa nama dan bendera Indonesia, “ bebernya.

- Periklanan -

Lalu ada M. Ilham juara di Sentul, yang awal mulanya naik motor balap di Sircuit Panggona ini tetapi sekarang membawa bendera Provinsi Papua. Terus M. Ajid, yang tinggalnya di Kelurahan Poboya, kemarin menjuarai kejuaraan Motor Cross tingkat PON membawa bendera provinsi Jawa Timur.

“ Itulah yang saya sebut tadi kami bersyukur tetapi kurang bahagia. Maka kami mengharapkan kepada pemerintah Sulawesi Tengah agar sedikit memperhatikan kami di IMI Sulawesi Tengah ini, “ serunya.

Mengenai kesiapan mengikuti PON Papua, Muhammad mengatakan, perwakilan untuk balap di roda dua Sulteng masuk semua. Untuk kejuaraan perorangan juga masuk. Begitu juga dengan beregu juga masuk semua, dan akan mengikuti PON Papua.

“ Kesiapan kita di IMI Sulawesi Tengah ini, untuk atlet PON yang akan berlaga di Papua dari kemarin sampai saat ini kami masih memfasilitasi apa kegiatan para atlet dan kami penuhi keinginan untuk fisik, stamina, dan vitamin mereka kita jaga terus menerus, “ ujarnya.

Guna menunjang kegiatan IMI Sulteng, sebut Muhammad, dari KONI Sulteng telah membantu dan memberikan anggaran atau dana pembiayaan atlet. Tetapi belum maksimal. Harapan dari pihak IMI bagaimana dana yang diberikan nanti para atlet yang dikader di Sulteng ini, dari belum jadi hingga menjadi atlet hebat tetap betah dan memperkuat Sulteng.

Mengingat olahraga otomotif ini adalah olahraga mahal. Diperlukan biaya yang cukup besar untuk menjaga prestasi para atlet. Apalagi di masa pandemi Covid-19 semuanya serba terbatas, namun IMI Sulteng terus berupaya mewujudkan yang terbaik.

Diakhir pernyataannya, Muhammad tidak lupa menjelaskan pelaksanaan latihan fisik maupun teknik sehari-hari untuk para atlet balap kategori roda dua persiapan PON XX Papua dilakukan di Sircuit Panggona. Para atlet dalam latihannya didampingi oleh instruktur atau pelatih, mantan pembalap Asia yang juga merupakan putera asli Sulteng, Januar Deden.

Hadir pada kesempatan pembukaan Raker, Asisten II Pemprov Sulteng Dr. Elim Somba, perwakilan dari Ketua KONI Sulteng, Dr. Humaidi, Ketua IMI Sulteng Andi Nur B. Lamakarate, Sekretaris IMI Sulteng Helmy Umar, dan segenap pengurus IMI Sulteng sebagai peserta Raker.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.