Imelda Liliana Dapat Penghargaan Perempuan Inspiratif 2019

Figur yang Selalu Terlibat di Banyak Kegiatan Sosial

- Periklanan -


PALU – Imelda Liliana Muhidin, SE merupakan satu-satunya perempuan asal Kota Palu, Sulawesi Tengah yang mendapat penghargaan Perempuan Inspiratif Indonesia tahun 2019. Penghargaan diserahkan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Inggrid Kansil disaksikan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Wakil Ketua MPR RI, Syarif Hasan, Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin Gati Wibawaningsih pada pembukaan pameran bertajuk NTB Gemilang ‘’Nuansa Tanpa Batas’’ yang berlangsung di Jarkata, Senin, (2/12).
Yudi Juniarsyah suami Imelda Liliana kepada Radar Sulteng, kemarin (3/12) menjelaskan, ada 100 perempuan inspiratif Indonesia tahun 2019 dibukukan diantaranya, Rahmini Rachman Uno atau lebih dikenal Mien R Uno, Dewi Motik Pramono, Sitti Rohmi Djajilah saat ini menjabat Wakil Gubernur NTB, dan Nurhayati Subakat pengusaha kosmetik Wardah.
Yudi—demikian biasa disapa mengatakan, penghargaan tersebut diberikan tidak hanya karena jasa dan kontribusinya bagi daerah dan bangsa. Namun yang terpenting adalah, bagaimana kita sebagai generasi penerus mampu mengambil semangat dan nilai-nilai dari perjuangan dan mengisi serta mengimplementasikan ke dalam karya dan kreasi nyata.
Penghargaan Perempuan Inspiratif Indonesia itu katanya, diberikan kepada perempuan dengan kiprah yang berbeda-beda. Ada yang konsen pada pemerintahan, sosial, UMKM, melestarikan tenun, peduli pada kerajinan, bidang politik, ekonomi dan budaya.
Perlu diketahui, Imelda Liliana Muhidin merupakan politikus perempuan dari Partai Golkar dipercaya menjabat sebagai bendahara DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah. Ia juga merupakan pengusaha dan Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Sulteng periode 2019-2024.
Dipanggung politik, merupakan wajah baru politikus perempuan di Sulteng. Kelahiran Palu 27 Februari 1974 ini, dikenal sosok yang sangat vokal dalam menyuarakan dan mendorong partisipasi perempuan dalam dunia politik.
Kepada wartawan di Palu Imelda Liliana pernah menjelaskan, hak-hak perempuan harus tetap diperjuangkan oleh kaum perempuan itu sendiri, agar setara dengan politisi laki-laki di berbagai lembaga perpolitikan.
Apalagi kata dia, saat ini kesempatan perempuan untuk berkarir dan masuk dunia Politik juga makin terbuka. Bahkan Undang-undang telah mengatur kewajiban kuota 30 persen bagi perempuan di legislatif. Hal ini tertuang dalam UU No.31 Tahun 2002 tentang Partai Politik, UU No.12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, UU No 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, dan UU No 10 tahun 2008 tentang Pemilihan umum anggota DPR, DPRD yang didalamnya juga memuat aturan terkait pemilu tahun 2009.
Karena itu, Imelda Liliana mengajak para perempuan agar tak takut untuk terjun dipanggung politik dan tidak terpengaruh dengan stigma budaya lama bahwa perempuan hanya bekerja di dapur dan di rumah saja. Ia menyakini bahwa perempuan punya potensi besar dalam pembangunan atau bahkan bisa menjadi pilar demokrasi di masa depan.
Meski politik dikenal dunia keras namun dalam berpolitik praktis, Imelda tetap lebih mengutamakan dan menjunjung sikap santun dan etika. Ia banyak belajar dari sang ayah H Muhidin M Said. Ayahnya dikenal dengan sebagai politikus senior yang dikenal santun di lingkungannya.
Menurutnya, politik yang santun berkaitan erat dengan moralitas. Hal ini mengadung arti bahwa politik dalam setiap pelaksanaannya harus berlandaskan pada norma-norma moral dan kemanusiaan. Norma-norma ini berperan sebagai rambu-rambu dan pedoman dalam berpolitik.
‘’Berpolitik dengan santun, penting bagi sebuah kekuasaan dengan tujuan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Praktik politik harus mendasarkan kepada ukuran harkat dan martabat manusia sebagai manusia,’’ ujar Imelda seraya menyebut dalam pelaksanaannya menjadikan kebahagiaan bersama bagi masyarakat sebagai tujuan inti dari praktik politik.
Masih tentang sosok Imelda Lilana Muhidin, diluar kesibukannya dikancah politik, Imelda juga termasuk pengusaha sukses yang telah memimpin sejumlah perusahaan. Ia tercatat sebagai Direktur PT Bhaktibaru Rediapratama, Direktur Keuangan PT Bhakti Nusantara Adv, Komisaris PT Bhakti Kencana Mandiri, Komisaris PT Davian Bhakti Pratama dan pemilik foodie cafe and Resto di Palu.
Kesusksesannya sebagai seorang pengusaha membuatnya dipercaya di berbagai jabatan di organisasi-organisasi yang diikuti. Ia dipercaya sebagai bendahara Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Provinsi Sulteng, Wakil Ketua Bidang Perindustrian dan Kesehatan BPD Kadin Sulteng, Dewan pembina BPD HIPMI Sulteng, dan yang terbaru Imelda terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Sulteng masa bhakti 2019-2024.
Kendati memiliki banyak kesibukan di empat dunia berbeda yakni, dunia politik, usaha, organisasi dan berumah tangga, Imelda selalu menyempatkan diri untuk terlibat di banyak kegiatan sosial. ‘’Kami selalu memprioritaskan orang-orang yang tinggal di sekitar tempat usaha kami yang termasuk dalam keluarga yang tidak mampu untuk bekerja dalam perusahaan kami. Bahkan jika mereka mempunyai anak-anak usia sekolah dasar kami juga memberikan bantuan dengan menyekolahkan anak anak mereka. Maka dengan demikian ekonomi keluarga dan jaminan masa depan anak anak mereka juga akan lebih baik,’’ sebut Imelda.
Saat terjadi bencana Gempa Bumi, Likuifaksi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah tahun 2018 lalu, Imelda pun menjadi salah satu sosok yang sangat aktif menggalang bantuan untuk korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala. (lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.