Imelda Bersilaturahmi dengan Pedagang Pasar Inpres Palu

- Periklanan -

PALU-Kandidat bakal calon Walikota Palu, Imelda Liliana Muhiddin Said berkesempatan bersilaturahmi dengan warga pedagang di kompleks Pasar Inpres, yang difasilitasi oleh Ketua Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Amin Badawi, di kantor KUKMI Sulteng Pasar Inpres Kota Palu, Rabu (16/9).

Pada kesempatan itu, H. Amin Badawi memperkenalkan kepada para pedagang Pasar Inpres tentang sosok perempuan yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palu tahun 2020, yaitu Imelda Liliana Muhidin Said, puteri dari politisi kawakan Partai Golkar H. Muhidin Said.

Dari perkenalan itu, H. Amin Badawi menjelaskan saat ini kita membutuhkan seseorang pemimpin yang sangat konsen untuk membela, memperhatikan dan meningkatkan masalah Usaka Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Palu. “ Kita perlu sosok pemimpin yang sangat memperhatikan, dan memberdayakan kehidupan pedagang kecil, “ tutur H. Amin Badawi.

Dikatakan Amin, bahwa Imelda Liliana Muhidin adalah puteri asli Palu, lahir di Palu, sekolah di Palu, dan bekerja serta berbakti untuk warga Kota Palu, dan selalu memperhatikan UKM-UKM di Kota Palu, sangat mencintai kalangan milenial, pengusaha, tokoh perempuan, dan memperjuangkan kelor sebagai ikon Kota Palu.

Amin dan juga para pedagang mengharapkan sosok perempuan yang ada pada diri Imelda Muhiddin Said akan menjadi pemimpin Kota Palu, hingga para pedagang kecil terus maju dan sejahtera dalam kehidupannya mendatang, di bawah kepemimpinan sosok yang peka dengan rakyat kecil dan pedagang kecil.

Kandidat bakal calon Walikota Palu, Imelda Liliana Muhiddin Said, mengatakan dirinya tampil dengan naluri seorang perempuan, yang peka dan memiliki keberpihakan kepada kaum yang lemah, bagaimana merancang dalam tata kelola membenahi masa depan pembangunan di Kota Palu.

“Mari bersama-sama kita semua membangun Kota Palu ini dengan sebaik-baiknya, “ kata Imelda Muhiddin, ketika berbicara di hadapan ratusan pedagang yang bersilaturahmi di ruang kerja Ketua KUKMI Sulteng, kemarin.

Dari pertemuan silaturahmi itu, Imelda menjelaskan tahun ini adalah tahun perempuan, tahun perempuan berkarya. Butuh keberanian seorang perempuan untuk berkompetisi secara sehat dengan kaum lelaki. Dalam membangun kota ini kita memerlukan jaringan yang luas ke pusat. Membangun daerah butuh juga bantuan dana dari pusat.

- Periklanan -

“ Satu contoh kita punya jaringan di pusat, ada bapak Haji Muhidin Said dari Partai Golkar, dan ada bapak Supraptman Andi Agtas dari Partai Gerindra, keduanya wakil kita di DPR RI, “ sebut Imelda.

Majunya dirinya menjadi bakal calon Walikota Palu terinspirasi oleh beberapa pemimpin perempuan di Indoensia, misalnya ibu Risma dari Surabaya, Bupati Luwu Timur Masamba ibu Indah dan masih banyak lagi perempuan inspirasi.

Ada salah satu gagasannya yang ingin ditawarkan bersama pasangannya Arena Jaya Parampasi ingin membangun UKM lebih solid dan berdaya guna. Misalnya, memanfaatkan kawasan Zona Merah dengan catatan tidak ditinggali tetapi memaksimalkannya untuk usaha dagang. Hanya untuk berdagang dan tidak berbayar. Selain lokasi usaha yang sudah ada, perlu dimaksimalkan lagi yang lainnya.

“ Kita manfaatkan Zona Merah itu dengan catatan tidak didiami, tidak ditinggali dan kita manfaatkan untuk berdagang. Kita buka lapak-lapak di situ. Mereka para pedagang hanya menyiapkan retribusi parkir, keamanan, dan kebersihan. Penempatannya tidak berbayar, sore buka, dan malamnya pulang, “ jelas Imelda.

Mengenai usaha UKM, Imelda mengatakan dirinya sudah bersosialisasi di 46 kelurahan, semua pelaku usaha terlihat belum mendapat support, tetapi hanya ada bantuan dari Yayasan namun tidak maksimal. Imelda lalu menunjuk kesuksesan usaha kuliner Teh Kelor, di Gawalise Donggala Kodi yang sukses, rumah produksi teh kelor.

“Rumah produksi ini kewalahan, permintaan pasar sangat banyak tetapi tidak bisa melakukan sesuai permintaan pasar. Alat mereka seadanya, tetapi mereka semangat. Padahal permintaan teh kelor sangat besar, terutama dari tamu-tamu yang datang dari luar daerah, “ tuturnya, yang pernah dijuluki Ibu Kelor ini.

Menurut Imelda UKM inilah yang menggerakan perekonoimian suatu kota, bukan kontraktor atau pengusaha bangunan fisik. Tetapi yang menggerakan itu adalah penjual, pedagang usaha tempe dan tahu, penjual ikan, penjual sayur, penjual baju dan pakaian di pasar Inpres misalnya. “ Kini kelor sudah sampai mancanegara, ke Spanyol. Sampai sekarang masih meminta bahan baku kelor dari Kota Palu, “ ujarnya lagi.

Kedepan Imelda punya citacita di Kota Palu ada pengalengan ikan palumara. Ia mencontohkan dengan ikan sardin. “ Suatu saat di Kota Palu ini ada industri pengalengan ikan, khusus ikan palumara, “ ujarnya.

Paparan Imelda mendapat sambutan hangat dan sangat berkesan bagi warga pedagang di Pasar Inpres. Dialog siang hari kemarin mendapat respon dari warga yang antusias, dan memberikan beberapa pertanyaan kepada Imelda Liliana dan dijawab dengan penjelasan-penjelasan yang logis.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.