Ilegal Juru Parkir yang Tak Pakai Atribut

- Periklanan -

PALU– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu kembali melakukan penertiban juru parkir pada awal tahun. Jumlah titik parkir yang masih tetap, yaitu sebanyak 780 titik. Nantinya semua juru parkir akan diberikan perlengkapan parkir, seperti rompi, topi, dan ID card. Juru parkir yang tidak menggunakan atribut orange tersebut dinyatakan ilegal dan akan ditertibkan.

Ilustrasi

Kadishub Kota Palu Setyo Susanto mengatakan, di 2018 tidak ada penambahan Jukir, dan tentunya Jukir  pada awal tahun sudah menggunakan atributnya, seperti rompi, topi, dan ID card. “Jukir yang tidak menggunakan rompi dan topi baru adalah Ilegal,” ungkapnya, Selasa (2/1) di ruang kerjanya.

- Periklanan -

Rencananya, Dishub akan melakukan pembagian mulai awal Januari dan ditargetkan semua juru parkir yang sudah terdata sebanyak 780 orang. Pertengahan bulan sudah semuanya menggunakan atribut orange yang sudah disiapkan pemerintah kota.

“Langkah itu untuk upaya mendata kembali jumlah Jukir di Palu, namun sesuai data tidak ada penambahan baik titik parkir maupun Jukir. Terkait dengan ID Card akan disusulkan sampai data KTP terpenuhi semua lambat akhir januari semua Jukir sudah melengkapinya ke kami,” kata Setyo.

Menanggapi keluhan masyarakat yang masih mengeluhkan akibat tingkah Jukir di Palu, Dishub mengupayakan memberikan teguran dengan melakukan penertiban, karena dengan pendataan kembali di 2018 ini adalah bentuk dari penertiban parkir.

“Yang ilegal tentunya kami segera tertibkan, dan apabila mau bekerja sebagai Jukir lakukan persyaratan yang sudah kami tentukan, dan wajib menggunakan atribut yang kami sediakan saat parkir sebagai tanda bahwa Jukir tersebut sudah kami data,” jelas Setyo. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.