Ikan Mujair dan Sogili Mulai Berkurang di Danau Poso

Diduga Akibat Aktivitas Pengerukan Danau Poso

- Periklanan -

POSO – Pascapengerukan aliran Danau Poso di sekitar lokasi jembatan tua Pamona sampai di ujung desa Saojo Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso berdampak pada berkurangnya tangkapan ikan.

Pemilik Karamba di pinggiran aliran sungai Danau Poso mengaku, sejak dilakukan pengerukan Danau Poso oleh pihak Pemda Poso dan PT. Poso Energi, di sekitar jembatan tua Pamona sampai di beberapa aliran sungai di Desa sekitarnya, jenis ikan khas Danau Poso seperti ikan Mujair dan ikan Sogili atau Sidat danau sangat berkurang.

Terasa sekali ikan-ikan yang sebelumnya bertelur di aliran sungai di pinggiran¬† beberapa desa, seperti Desa Petirodongi, Sangele, Desa Tendeadongi, Desa Saojo sudah tidak ada. Kemungkinan ikan-ikan sudah lari ke arah Danau dalam. “Ini ada hubungannya dengan pengerukan Danau. Karena tempat-tempat ikan bertelur sudah dikeruk,” ungkap seorang¬† pria pemilik Karamba di pinggiran Danau Poso yang enggan menyebutkan namanya, Senin (30/12).

Senada dengan itu, Hendra warga Luwuk yang berlibur akhir tahun di Tentena, mengaku kesulitan mendapatkan ikan Danau Poso seperti, ikan Mujair, ikan mas dan Sogili. “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya kalau mau cari ikan ke jembatan Pamona pasti banyak yang jual ikan Mujair, ikan mas, ikan Sogili pasti banyak. Sekarang susah sekali dapat ikan air tawar. Kalau ikan air laut banyak,” ujarnya.

- Periklanan -

Menurutnya, dia sudah mencari ikan Mujair dan ikan mas sampai di Desa Tunusu, bahkan sampai di lokasi budidaya ikan milik perikanan juga sedang kosong. Warga yang biasa menjual ikan, sejak aliran sungai Danau Poso dikeruk berdampak pada berkurangnya tangkapan ikan-ikan¬† air danau Poso, khususnya di ujung sekitar aliran sungai Poso. “Sudah keliling dari ujung jembatan Pamona, Desa Sangele, Tendea, Petiro Dongi sampai di Tunusu tidak ada dapat. Semua keluhkan warga karena pengaruh pengerukan Danau Poso,” katanya.

Warga lain, Berlin warga Poso Kota menuturkan, semua yang sebelumnya saat Natal dan Tahun Baru menggantungkan ekonomi dengan berjualan ikan mengeluhkan berkurangnya tangkapan ikan. Mereka menduga penyebabnya karena Karamba dan Pagar Sogili (alat tangkap sidat) sudah tidak lagi ada ikan atau Sogili yang terjaring.

Karena habitat ikan di rawa-rawa dan bebatuan tempat ikan bertelur yang ada di pinggiran sungai sudah dihancurkan dan dikeruk pihak PT. Poso Energi.

“Memang katanya lagi, masih ada beberapa pagar Sogoli dan Karamba yang tidak dibongkar oleh PT. Poso Energi, tapi karena habitat Sogili sudah dikeruk tidak ada lagi ikan-ikan terjaring di pagar Sogili,” ucapnya.

Pihak PT. Poso Energi melalui Humas PT. Poso Energi, Christian Gundo dikonfirmasi Radar Sulteng membantah, jika berkurangnya ikan di Danau Poso khususnya ikan jenis Sogili bukan karena pengerukan, tapi karena memang bukan masuk musimnya.” Kalau berkurangnya hasil tangkapan sogili bukan di sebabkan karena pengerukan tapi sogili juga kan ada musimnya pak,” jelasnya melalui pesan WhatsApp. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.