Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ikan Mola-Mola Terdampar di Muara Sungai Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ikan Mola-Mola atau yang dikenal masyarakat Kota Palu dengan sebutan Ikan Pogo, ditemukan terdampar di sekitar muara Teluk Palu Selasa (4/7). (Foto: Wahono)

PALU – Masyarakat Kota Palu kembali dihebohkan dengan terdamparnya seekor ikan berukuran besar Selasa (4/7) kemarin di muara Teluk Palu. Tepatnya di bawah Jembatan Palu IV.

Ikan yang dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan Ikan Pogo tersebut diperkirakan berbobot 200 kg, harus mengakhiri hidupnya di tepi Sungai Palu. Nama sebenarnya Ikan Mola-Mola atau Sunfish (ikan matahari).

Ikan tersebut ditemukan terdampar sekitar pukul 09.00 pagi. Meski berat, tapi warga berupaya menyelamatkan dengan menarik ke tengah pantai. Tapi nahas, sekitar pukul 15.00 Wita, ikan itu kembali terdampar.

“Kami sempat menyelamatkan. Begitu kami tinggal pergi, sorenya ikan yang sama terdampar lagi,” cerita Udin yang pertama kali melihat ikan itu terdampar.

Menurutnya, ikan tersebut saat terdampar kedua kalinya, tidak bisa lagi diselamatkan. Karena kondisinya sudah tidak bergerak dan diperkirakan sudah mati.

“Sebelum dibawa ke tepi pantai oleh warga, terlihat dalam air sudah kaku. Daripada dibiarkan membusuk di dalam air, warga mendorongnya hingga ke tepi sungai,”ujar Udin soal ikan berwarna cokelat muda itu.

“Memang rencananya daging ikan itu kami ambil. Karena ikan ini gurih dagingnya. Sebelumnya juga begitu,” ujar Udin sedikit kecewa.

Warga lainnya, Mulyadi, yang ikut membantu mengevakuasi Ikan Mola-Mola mengatakan, berhubung bobot ikan yang cukup berat, butuh waktu lama Mengevakuasi ke tepi Sungai Palu. “Diperkirakan ratusan kilogram bobotnya. Bayangkan saja, butuh waktu sejam kami bawa sampai ke pinggir sungai,” terang dia.

Mulyadi juga mengakui, terdamparnya Ikan Mola-Mola di sekitar muara Teluk Palu bukan baru kali ini saja. Sudah sekitar dua kali. Beberapa bulan lalu ikan yang sama dan juga berukuran jumbo juga terdampar. “Dulu, lebih besar dari ikan yang sekarang. Kalau yang dulu siripnya ada empat. Yang ini hanya dua. Pokoknya yang dulu lebih besar lagi,” kenang Mulyadi.

Amatan Radar Sulteng di lokasi terdamparnya ikan, banyak pengendara dan masyarakat Palu merasa penasaran melihat dari dekat kondisi ikan yang sudah tidak berdaya itu. Tak sedikit yang mengabadikan fotonya hingga melakukan swafoto dengan bangkai ikan itu. Sore itu di sekitar Jembatan Palu IV sempat macet. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.