Ikan Dugong Terdampar di Pantai Mamboro

- Periklanan -

Ikan dugong atau ikan duyung berjenis kelamin betina terdampar di pantai Mamboro, Mantikulore, Palu, Senin (26/2). Ikan yang dilindungi oleh undang-undang ini sudah mati ketika dievakuasi oleh warga setempat dari perairan. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Ikan duyung terdampar di pantai Kelurahan Mamboro, Kecamatan Mantikulore Kota Palu Senin (26/2) kemarin. Ikan duyung berjenis kelamin betina, sempat menghebohkan warga sekitar, sebab ini pertama kalinya kelurahan mamboro ditemukan ikan jenis seperti ini.

Wati, warga yang tinggal di sekitar pantai mengatakan, sempat melihat ikan duyung tersebut beberapa kali berenang kesana kemari saat sebelum ikan tersebut berdiam ditempatnya, dan kemudian memanggil seorang warga untuk menangkapnya. “Tadi saya perhatikan ikan itu berenang laju kesana kemari sebelum dibawa kepinggir pantai,” ungkapnya.

Warga yang evakuasi ikan tersebut ke pinggir pantai Bambang, mengatakan, dirinya diberitahukan seorang warga bahwa adanya ikan duyung yang terdampar dilaut, kemudian bambang mengambil perahunya dan menuju ke tempat ikan tersebut bersama kawannya. “Saat saya kesana ikannya sudah mati, setelah itu kami berempat membawa ikan duyung ini ke pinggir pantai,” tuturnya.

- Periklanan -

PihakBalai Pengelolaan Pesisir dan Laut, Kementerian Kelautan,  Andi Syahruddin mengatakan, sekitar pukul 13.30 wita pihaknya mendapatkan informasi dari kiriman ke grup media sosial facebook, kemudian ada berita yang memposting bahwa ada ikan jenis duyung terdampar di kelurahan Mamboro. Pihaknya kemudian, coba menulusuri ke TKP, saat ditemukan ternyata ikan tersebut adalah ikan jenis Dugong.

“Saat kita sampai di TKP ternyata ikan yang kami temui jenis ikan duyung dengan nama latin dugong,  baru pertama kali terlihat di Teluk Palu, dan kami masi mengevaluasi penyebab terdamparnya. ikan jenis dugong ini dilindungi, sekalipun mati warga tidak dibolehkan mengambil daging  atau organ-organ lain dari ikan ini,” tegasnya.

Lanjut Andi, selanjutnya pihaknya melakukan pengambilan data morfometrik, ukuran panjang ikan, lingkar badan, ukuran sirip ekor dan sirip dada, dan kemudian mengambil sedikit sampel untuk uji DNA. “Ukuran panjang ikan 2,86 meter, lingkar badan 2 meter, sirip ekor  87 cm dan sirip dada  46 cm, biasanya ikan ini berkawanan,” jelasnya.

Pantauan Radar Sulteng, warga beramai-ramai mendatangi lokasi ingin melihat ikan jenis dugong ini, namun ikan tersebut sudah mati mengeras dan terlihat banyak luka dan lecet akibat gesekan, kemudian tim Kementerian Kelautan dibantu warga sekitar mendorong ikan kedaratan dan menguburnya di daratan dekat pinggir pantai. (cr9)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.