IGPKhI Berikan Bantuan Korban Bencana Alam di Sulteng

- Periklanan -

FOTO: ISTIMEWA
BERIKAN BANTUAN: H Sukiman SPd MPd Ketua PD IGPKHI untuk Sulteng saat memberikan bantuan kepada Guru SLB korban Gempa Bumi, tsunami dan Likuifaksi meninggal dunia dan rumah rusak berat, Kamis (24/10).

PALU – Persatuan Daerah Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia (PD IGPKhI) Sulteng memberikan langsung bantuan dari IGPKhI Indonesia Kepada Guru, Siswa dan Orang tua siswa Korban Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi bertempat di SLB-ABCD Muhammadiyah Palu, Kamis (25/10)

H Sukiman SPd MPd Ketua PD IGPKHI untuk Sulteng saat di wawancara mengatakan, bantuan yang diberikan dari IGPKhI seluruh Indonesia yang berpusat di Jakarta. “Melalui penggalangan dana para guru yang tergabung di IGPKhI, dan ini murni donatur dari individu guru tanpa ada bantuan dari direktorat maupun pihak dinas manapun,” sebutnya.

- Periklanan -

Jumlah bantuan yang terkumpul dan telah masuk di rekening PD IGPKhI Sulteng Rp 109 juta, dan yang sudah dibagikan sebanyak Rp 50 juta kepada guru-guru SLB yang terdampak Gempa, tsunami, Likuifaksi di Kota Palu, kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Sedangkan untuk sisanya akan diberikan kepada siswa SLB dalam bentuk kebutuhan sekolah seperti, seragam, Tas, Sepatu dan kebutuhan lainnya. Serta diberikan kepada Guru-guru SLB terdampak lainnya yang belum mendapatkan bantuan, sekaligus kepada orang tua siswa yang terkena musibah.
“Tahap pertama di berikan kepada Guru yang rumahnya rusak berat, tahap kedua guru yang rumahnya rusak sedang kami akan kasih juga, dengan jumlah lebih sedikit,” ucapnya.
Gurun yang menerima tahap 1 sejumlah 33 orang dengan kriteria prioritas Meninggal dunia dan rumah rusak berat, dari Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi. Dengan jumlah bantuan diterima Rp 1.5 juta per kepala keluarga.

Pihaknya mengungkapkan bantuan ini diberikan oleh IGPKhI, sehingga di prioritaskan kepada Guru SLB dan siswa. Bantuan yang diberikan dalam bentuk uang karena khusus dari IGPKhI. Jika sembako sudah banyak diberikan oleh pemerintah.

“IGPKhI menginginkan bantuan ini dapat meringankan beban guru, agar tidak terus larut dalam kesedihannya, teman-teman guru se-Indonesia berbagi kepada Guru” SLB di Sulteng,” jelasnya. (Umr/ADV)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.