Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Idul Fitri, Bentrok di Buton, Satu Warga Tewas

KENDARIPOS.CO.ID
MENCEKAM: Suasana di Puskesmas Siaotapina. Warga tampak berjaga-jaga.

KENDARI – Pasca bentrokan antar warga di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara tepat pada perayaan Idul Fitri Rabu (5/6), kondisi dua desa yang terlibat konflik makin kondusif. Ratusan polisi masih disiagakan di Desa Sampobalo dan Desa Gunung Jaya di Kabupaten Buton.
Berdasarkan info yang dirilis Kendari Pos, dilaporkan bahwa bentrok antar desa tersebut menelan korban jiwa. Berdasarkan data yang dihimpun Kendari Pos di Puskesmas Siotapina, ada empat korban luka dimana satu di antaranya meninggal dunia.
Salah seorang warga Gunung Jaya, Rangger, mengatakan empat orang mengalami luka akibat busur, pisau, parang dan batu.
“Sekarang 4 warga yang dilarikan ke Puskesmas Siotapina. Mereka mengalami luka dipunggung akibat busur, luka dibagian kepala akibat lemparan batu. Dan satu meninggal dunia akibat kena sabetan parang di bagian kepala. Korban yang parah sudah dirujuk di RSUD Buton,” ucapnya, kepada Kendari Pos, Kamis (6/6/2019).
Rangger menambahkan atas insiden ¡ni pihaknya berharap kepada TNI/Polri secepatnya melakukan penangkapan. Apabila tidak ditangani akan menambah korban. “Kalau bisa senjata tajam yang digunakan diamankan biar tidak menimbulkan banyak korban lagi. Kalau tidak diatasi cepat bisa-bisa korban bertambah,”Iagi tutupnya.
Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iryanto, mengatakan bahwa pemicu bentrokan berawal konvoi kendaraan pemuda Desa Sampobalo, Rabu (5/6/2019). Saat melintas di Desa Gunung Jaya para pemuda tersebut terus mengeluarkan suara bising (menempel gas) hingga membuat masyarakat terganggu. Warga pun menegur. Namun teguran tersebut membuat para pemuda tersinggung.
“Karena pemuda melintas sambil mengendarai motor yang suaranya bising. Bahkan ada terus menempel gas saat melintas, sehingga membuat masyarakat terganggu dan membuang kata-kata yang tidak menyenangkan,”ujar Kapolda saat ditemui di lokasi bentrokan, Kamis (6/6/2019).
Iriyanto menuturkan pasca kejadian tersebut warga Sampobalo datang ke Desa Gunung Jaya, sekira pukul 15.00 Wita. Terjadi aksi saling serang dengan menggunakan batu, sampai berakibat adanya pembakaran rumah warga Desa Gunung jaya.
“Karena warga Gunung Jaya sedikit, sehingga mereka meninggalkan kampung. Nah warga Sampobalo pun melakukan pembakaran,” ungkapnya.
Iryanto menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Gunung Jaya menahan diri dan memberikan kepercayaan kepada TNI dan Polri guna melakukan tindakan tegas kepada yang melanggar hukum.
Bupati Buton, La Bakry, saat ditemui di Depan Kantor Desa Laburunci, Kamis (6/6/2019), mengungkapkan data terbaru sudah 87 rumah yang dilalap api. “Semua warga telah mengungsi ke Desa terdekat seperti di Desa Laburunci dan Kombeli Kecamatan Pasarwajo,”ujar Bupati.
Bupati memaparkan, bahwa hingga kini warga terus berdatangan di pengungsian. Berdasarkan data yang ada warga Gunung Jaya yang mengungsi di Desa Laburunci sudah mencapai 385 jiwa dandi Desa Kombeli 231 jiwa. Sehingga yang terkumpul secara keseluruhan kurang lebih 616 jiwa’ katanya.
Orang nomor satu di Buton ini menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi. Sementara berdasarkan informasi yang diterima Kendari Pos kondisi di lokasi kejadian sudah mulai kondusif. Puluhan personel tampak berjaga-jaga. Bahkan Polda Sultra pun mengirim bantuan puluhan Brimob. (mel/hnf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.