Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

ICUDR Hadirkan Pembicara dari Empat Negara

Fatek Untad Laksanakan Konferensi Internasional

PALU – Pembukaan International Conference On Urban Disaster Resilience (ICUDR) berlangsung meriah di Ball Room, Hotel Santika Palu, kemarin (25/4). Kegiatan yang digelar Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Tadulako ini menghadirkan delapan pembicara dari empat negara.

Tiga pembicara dari Jepang yakni Prof Yoshihiro Narita, Prof Zhen-jiang Shen, dan Prof Masakatsu Miyajima. Mr Bastian van Veen dari Belanda. Ms Michele Daly asal New Zealand, dan tiga pembicara lainnya dari Indonesia yakni Prof Ir Teuku Faizal Fathani ST MT PhD IPM, Prof Ir Onno Widodo Purbo MEng PhD dan Prof Ir Sakti Adji Adisasmita MSi MEngSc PhD.

Ketua penyelenggara ICUDR, Dr Ir Syamsul Arifin MSc menjelaskan pelaksanaan ICUDR dilatarbelakangi kondisi Teluk Palu yang rawan gempa. Sehingga lanjutnya dibutuhkan bangunan atau struktur insfrastruktur yang kuat terhadap gempa. Konferensi internasional ini kata Syamsul di antaranya, akan membahas struktur seperti apa yang layak dipakai di lokasi rawan gempa.

“Kami mengundang sejumlah ahli dari empat negara untuk memberi narasi sesuai dengan bidang keahliannya. Memberi penjelasan tentang bagaimana agar struktur-struktur yang ada di Palu ini bisa bertahan terhadap bencana gempa yang seperti terjadi kemarin (September 2018, red),” ujar Syamsul Arifin kepada Radar Sulteng, ditemui kemarin (25/4).

ICUDR ini kata Syamsul punya daya tarik yang kuat. Salah satu daya tarik yang menjadikan konferensi internasional ini istimewa kata Syamsul selain karena para pembicara yang dihadirkan sudah sangat tersohor, juga karena ICUDR ini akan dihadiri Duta besar New Zealand untuk Indonesia.

Peserta yang hadir kata dia berjumlah ratusan orang yang merupakan dosen-dosen dari seluruh Indonesia serta para mahasiswa. Para peserta kata Syamsul juga memasukan tulisan-tulisan mengenai konferensi internasional kali ini.

Tulisan-tulisan peserta serta hasil konferensi internasional nantinya kata akademisi Untad ini akan dipublikasikan dan disebar ke seluruh dunia sebagai pembelajaran. “Tulisan-tulisannya nanti itu akan dibroadcast ke seluruh dunia,” tandasnya.

Konferensi internasional yang berlangsung hingga Sabtu (27/4) ini, di hari terakhir akan dilakukan field trip dengan mengunjungi lokasi-lokasi yang terdampak langsung bencana September lalu, seperti likuifaksi di Petobo dan Balaroa, lokasi tsunami di Pantai Talise, serta berkunjung ke Kabupaten Donggala. “Kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan konferensi internasional ini,” pungkasnya. (saf/exp)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.