Huntara dengan Fasilitas Lengkap Dibangun ACT

Bekerjasama dengan NGO Asal Jepang

- Periklanan -

PALU – Integreted Community Shelter (ICS) atau Huntara yang dibangun oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan Peace Wind Japan di wilayah Bumi Roviga, Kelurahan Tondo, patut menjadi contoh. Segala fasilitas penunjang di ICS tersebut, lebih dari kata cukup.

Mulai dari ketersediaan air bersih, fasilitas ibadah, fasilitas bermain anak, dapur umum, laundry serta MCK yang memenuhi standar dan ruang terbuka hijau dan fasilitas penunjang lainnya ada di ICS tersebut. Wilayah Bumi Roviga yanng berada di ketinggian dikenal sebagai wilayah sulit air bersih. Namun berkat ACT dan pendanaan dari Peace Wind Japan, air bersih di tempat tersebut dapat dialiri dengan sistem pengeboran sumur dalam.

ICS yang dibangun bersama ACT dan Peace Wind Japan ini pun, Kamis (25/4) diresmikan penggunaannya. Ada sekitar 160 unit tempat tinggal yang dapat dihuni 160 KK di ICS ini. Namun yang terisi baru sekitar 70an unit. Direktur Eksekutif Humanity Network Departemen, Bambang Triyono kepada wartawan mengungkapkan, meski telah memasuki hampir tujuh bulan pascabencana, ACT bersama para pendonor, masih terus membersamai wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). “Di wilayah Pasigala, kami sudah membangun 11 ICS dan satu lagi on progress, yang total unitnya sudah sekitar 1.218 unit. Salah satunya Huntara di Tondo ini,” ungkap Bambang.

ACT kata dia, dalam membangun ICS atau Huntara, selalu berkomitmen memenuhi kebutuhan dari pengungsi. Baik itu air bersih maupun fasilitas penunjang lainnya. Seperti masjid, aula, kelas belajar, dapur umum dan juga MCK. Setiap blok yang terdiri dari 8 unit, disiapkan 1 MCK. “Alhamdulillah, meski sudah memasuki tujuh bulan pascabencana, kepedulian masyarakat Indonesia dan luar negeri terhadap bencana Pasigala lewat ACT masih ada. Ini merupakan amanah yang kami tunaikan,” jelas salah satu pejabat ACT ini.

- Periklanan -

Dia pun menambahkan, bahwa ICS yang dibangun ACT, tidak hanya berhenti di 12 titik saja, namun juga akan berlanjut, tergantung kebutuhan dan permintaan dari masyarakat terdampak bencana. Pihaknya pun saat ini, masih terus melakukan assessment apa saja kebutuhan para penyintas di Pasigala. Disinggung terkait Hunian Tetap (Huntap), Bambang mengungkapkan, bahwa hal itu juga tengah dipikirkan oleh ACT dan membuka diri bila pemerintah mau bekerjasama untuk pembangunan Huntap. “Untuk Huntap itu memang memerlukan effort (upaya) cukup besar, karena berkaitan dengan ketersediaan lahan. Namun kami tetap membuka diri jika memang dibutuhkan,” tuturnya.

Terpisah, Direktor Overseases Program Peace Wind Japan, Rika Yamamoto mengungkapkan, lembaga kemanusiaan asal Jepang ini, terpanggil untuk membantu warga di Pasigala lewat ACT, karena melihat kondisi kebencanaan yang dialami di daerah ini, hampir sama dengan yang dialami Jepang pada 2011 silam. “Lembaga kami memang konsen kepada kebencanaan, pada bencana gempa dan tsunami di Jepang, Peace Wind Japan juga turun langsung membantu para korban bencana,” jelasnya.

Mulai dari makanan dan minuman, hingga ICS yang nyaman ditinggali para pengungsi, semuanya dipenuhi oleh Peace Wind Japan. Tidak hanya di Sulawesi Tengah, Peace Wind Japan juga bekerjasama dengan ACT pada bencana yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Sitti Norma Mardjanu mengucapkan terimakasihnya, kepada ACT dan Peace Wind Japan, yang telah ikut ambil bagian mengurangi beban para pengungsi di wilayah Pasigala. Dia pun memuji, Huntara yang dibangun ACT ini, karena terlihat nyaman dan ramah terhadap anak. “Bangunannya cukup cantik, nyaman, listriknya juga sudah masuk ada laudry juga. Gubernur sangat berterimakasih karena warganya telah dibantu,” jelas Norma.

Salah satu penghuni di ICS tersebut, Fatmawati mengaku sangat bersyukur bisa mendapat tempat tinggal yang lebih nyaman bila dibanding berada di tenda pengungsian. Ibu tiga orang anak ini mengaku sedih, ketika berada di tenda pengungsian saat hujan. Karena tenda yang mereka tempati kemasukan air. “Beruntung kami akhirnya didatangi orang ACT dan menawarkan pindah ke Huntara ini. Di sini Alhamdulillah sekali, semua kebutuhan kami terpenuhi,” pungkasnya. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.