Hujan Interupsi di Paripurna Istimewa  DPRD Palu

- Periklanan -

PALU – Interupsi di Rapat  Paripurna Istimewa adalah terlarang karena dianggap tidak etis dan melanggar tata tertib.

Anggota DPRD Rugaiyah Muhammad (kanan) bersama Sophian Aswin menginterupsi dan meminta diberi kesempatan berbicara saat rapat paripurna istimewa. Interupsi dan penyampaian pendapat dalam rapat paripurna istimewa sangat dilarang karena melanggar tata tertib DPRD Palu. (Foto: Zainudin Jacub)

Namun sejumlah anggota DPRD Palu nekad melakukan interupsi saat Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian keputusan DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota akhir tahun anggaran 2017.

Interupsi ini bermula dari ketidakpuasan anggota DPRD Palu terhadap rekomendasi LKPj yang disampaikan oleh DPRD Palu kepada Pemkot.

- Periklanan -

Sejumlah anggota Dewan menganggap rekomendasi yang disampaikan tersebut tidak mewakili kepentingan seluruh fraksi di DPRD Palu.

“Saya sudah membaca rekomendasi DPRD untuk Wali Kota di sana rekomendasi Fraksi PDIP sama sekali tidak masuk,” protes anggota  DPRD Sophian R Aswin.

Menurut Sophian sudah ada catatan yang diberikan fraksinya saat rapat Pansus lalu. “Namun tidak sedikit pun pandangan dari Fraksi kami yang masuk menjadi rekomendasi DPRD. Makanya saya tolak rekomendasi ini,” kata Sophian. (zai)

baca selengkapnya di harian Radar Sulteng edisi Sabtu (12/5) .

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.