Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Hujan Lebat Dua Hari , Beberapa Desa di Morowali Terendam Banjir

IST:
RUBUH: Dua jembatan penghubung Desa di Kabupaten Morowali, rubuh akibat diterjang banjir bandang Sabtu (8/6).

MOROWALI- Hujan lebat yang melanda Kabupaten Morowali sejak Kamis (6/6), membuat beberapa Desa di Kabupaten Morowali terendam banjir. Selain merendam rumah warga, banjir juga telah merusak beberapa Infrastruktur Jalan dan merubuhkan puluhan tiang listrik di beberapa titik.
Dari informasi yang dihimpun media ini, hujan lebat terjadi di Morowali sejak Kamis malam sehari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah belum lama ini. Selama terjadi hujan, beberapa sungai di Kabupaten Morowali mulai meluap.
Puncaknya, mulai Jumat malam (7/6) hingga Sabtu pagi (8/6) sekitar pukul 05.00 wita. Hingga saat ini, warga yang terdampak banjir ada yang mengungsi dan ada yang bahu-membahu membantu korban yang membutuhkan pertolongan.
Salah seorang warga Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat bernama Syarifuddin Hafid saat dikonfirmasi Sabtu kemarin menyatakan bahwa, saat ini kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Bungku Barat masih hujan. Akibat dari lebatnya hujan tersebut, beberapa rumah warga terendam banjir.
“Hujan sejak dua hari lalu (Kamis 6 Juni 2019,red), puncaknya ini mulai tadi malam (Jumat 7 Juni,red) sampe tadi pagi (Sabtu kemarin,red) jam 5 pagi. Sekarangpun masih hujan rintik-rintik. Akibat terjadinya hujan lebat ini, puluhan rumah warga terendam dan jembatan yang menghubungkan antara Desa Wosu dan Desa Larobenu sudah rubuh dan tidak bisa dilewati,”ungkapnya.
Khusus di Kecamatan Bahodopi, beberapa Desa juga telah dilanda banjir. Yang terparah yakni, di Desa Dampala dan Desa Siumbatu. Didua Desa tersebut, puluhan rumah warga terendam bahkan banyak rumah yang mengalami kerusakan. Selain itu, jembatan penghubung Desa Dampala dan Siumbatu juga telah rubuh dan hanyut dibawah derasnya banjir.
“Mulai Kamis malam hujan sudah mulai mengguyur wilayah Kecamatan Bahodopi hingga hari ini (Sabtu kemarin,red). Sekitar puluhan rumah terendam, dan sebagian rusak. Dan beberapa barang elektronik ikut terendam. Namun sebagian sudah berhasil di evakuasi,”jelas salah seorang warga Kecamatan Bahodopi bernama Handi saat dikonfirmasi Sabtu kemarin.
Dengan terjadinya bencana banjir di beberapa Desa di Kecamatan Bahodopi ini, Handi berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali agar segera mengambil tindakan konkrit sebagai solusi dari bencana alah yang melanda daerah penghasil Nickel tersebut.
“Terutama perbaikan beberapa jembatan yang sudah roboh diterjang banjir seperti jembatan penghubung Desa Dampala dan Siumbatu. Apalagi,jembatan ini merupakan satu-satunya akses yang dapat di lalui menuju Kecamatan Bahodopi dan sebaliknya. Jadi, harus segera diperbaiki. Selain itu, saya selaku warga Kecamatan Bahodopi juga berharap agar perbaikan jaringan listrik di Desa Siumbatu dan Dampala segera dilaksanakan. Penyebab jembatan ambruk karena hujan yang di perkirakan mulai Kamis malam hingga hari ini belum juga berhenti. Di tambah beberapa pohon yang tersangkut di pilar tengah jembatan, yang pada akhirnya material di sekitar tiang tengah jembatan tersebut terangkat oleh arus sungai sehingga pilar tengah jembatan jatuh. Di tambah lagi, adanya aktivitas galian C (Karaser,red) di atas dan bawah sungai sekitar lokasi putusnya jembatan,”harapnya.
Sementara itu, hingga pukul 11.00 wita Sabtu (8/6) dini hari ini dari data yang berhasil diperoleh jumlah rumah warga di Desa Siumbatu Kecamatan Bahodopi yang terendam banjir kurang lebih sekitar 15 unit. Dari 15 unit yang terendam, 1 unit rumah  warga milik Papa Ade mengalami rusak parah akibat diterjang banjir.
Untuk di Desa Dampala Kecamatan Bahodopi, ada sekitar 30 unit rumah warga terendam banjir. Selain itu, puluhan tiang listrik tumbang akibat tak mampu menahan hantaman banjir. Antara lain, untuk Desa Siumbatu ada 3 buah tiang listrik tumbang dan melintang di atas badan jalan. Sementara di Desa Dampala, kurang lebih sekitar 20 tiang listrik mengalami kerusakan.
“Saat ini, kami akan padamkan listrik dari Desa Larobenu sampai dengan Desa Wata untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk yang arah ke Desa Dampala, kami sudah padamkan. Kami menunggu air surut baru melakukan perbaikan, karena di beberapa lokasih banjir tidak bisa dilewati. Saya juga sudah infokan PLN Palu untuk bantuan perbaikan jaringan listrik, namun saat ini kendalanya jembatan putus. Kami usahakn jaringan listrik di putus di lokasi yang tiang roboh,sehingga bisa dinyalakn di lokasi yang tidak terdampak banjir,”ujar Kepala PLN Rayon Bungku Marthen Kowal Sabtu kemarin.
Sementara, ditanyai terkait jumlah korban dan jumlah kerusakan rumah yang terjadi akibat banjir ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Nafsahu Salili tidak memberikan komentar apa-apa.
Dihubungi Via WhatsApp di nomor pribadinya 082210007*** Sabtu kemarin pukul 10.01 wita, Nafsahu hanya membaca pesan dari media ini. Setelah dihubungi kembali, handphone Kepala BPBD Morowali ini sudah tidak aktif lagi.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui langkah apa yang telah dilakukan pihak BPBD Morowali dalam menghadapi bencana banjir bandang yang melanda beberapa Desa di Kabupaten Morowali ini. (fcb)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.