Hoax, Tak Ada Laporan Penculikan Anak di Palu

- Periklanan -

Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung. (foto: dok/radarsultengonline.com)

PALU – Maraknya isu penculikan anak dengan menjual organ tubuh yang beredar di media sosial akhir-akhir ini, menjadi perhatian Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung.

Kapolres mengungkapkan, dia sudah mengecek ke seluruh polsek-polsek. Isu tersebut tidak benar adanya alias informasi hoax. Bahkan sejauh ini tidak ada laporan kasus penculikan yang masuk ke jajaran Polres Palu, apalagi terkait penjualan organ tubuh. “Kalau yang melapor sampai sekarang belum ada. Itukan hanya ramai di sosial media,” kata Christ Pusung Kamis (23/3) di Palu.

Namun mantan Kapolres Tolitoli itu mengimbau, agar orang tua dan masyarakat tetap melakukan pengawasan dan waspada dengan aksi-aksi kejahatan, khususnya terhadap anak-anak. Karena menurutnya, tindak kejahatan bisa saja terjadi setiap hari dan di mana saja, apalagi pelaku mendapat ada peluang untuk melakukan aksi kejahatan.

- Periklanan -

“Laporan yang masuk adalah pencabulan terhadap anak di bawah umur dan pelakunya sudah ditangkap. Sekarang kasusnya telah ditangani penyidik PPA,” ujar Christ.

Lanjut Christ, diharapkan kepada masyarakat untuk tidak menanggapi isu penculikan anak dan penjualan organ tubuh secara berlebihan. Kemudian tidak cepat mengambil kesimpulan dan main hakim sendiri, jika ada pihak yang dicurigai. “Jangan sampai lantaran sudah resah dan terlanjur percaya terhadap isu hoax, kemudian melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain yang ternyata salah sasaran. Ini juga fatal jadinya. Kami ingatkan untuk tidak bertindak seperti itu. Hanya masalah baru yang muncul” ungkap kapolres mengingatkan.

Christ menambahkan, dari catatan kepolisian saat ini, tidak sedikit anak usia sekolah terlibat aksi kriminalitas, termasuk menjadi korban dari pengaruh narkoba. Olehnya diperlukan keterlibatan bersama untuk turut mengawasi. “Pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya sangat penting, untuk mengantisipasi anak-anak terlibat ataupun menjadi korban kriminalitas,” tandasnya.

Senada dengan itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian seperti dikutip dari jawapos.com (jawa pos group) membantah adanya kasus penculikan anak dan penjualan organ tubuh hanya hanyalah kabar hoax.

Tito sendiri mengaku telah mengecek hal itu. “Jadi saya sudah cek ke Manado, cek juga ke Polda Metro Jaya. Karena ini juga berkembang di Jakarta. Makanya itu kita cek, ternyata hoax,” kata dia, Selasa lalu (21/3). (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.