Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Misteri Hilangnya Bocah Nugi Akhirnya Terkuak

Ditemukan Meninggal Dunia di Bawah Pohon, 4 Kilo Meter dari Perkampungan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO – Misteri hilangnya bocah berusia 2 tahun bernama Nugi, warga Desa Tolambo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso akhirnya terkuak. Pencarian terhadap bocah malang itu membuahkan hasil, setelah salah seorang saksi menemukan jasad Nugi di bawah tumpukan pepohonan di hutan pegunungan, Minggu (11/4).

Berdasarkan video yang diterima redaksi Radar Sulteng menunjukkan mobil ambulance yang membawa bocah Nugi melintas di perkampungan. Suara isak tangis dan histeris dari warga desa dan keluarga bergema ketika mobil Ambulance yang membawa jasad bocah Nugi melintas di hadapan mereka. “Kasian anak Nugi, akhirnya ditemukan,” teriak suara perempuan di video yang ramai beredar.

Informasi yang diperoleh Radar Sulteng jasad Nugi ditemukan pertama kali oleh Papa Rut, warga desa Tolambo, pada sekitar pukul 10.00 wita, di lokasi kebun milik warga lain bernama Papa Cito Banumbu.

“Sekitar pukul 10.00 Wita, Papa Rut, bersama kedua anaknya hendak akan pergi ke kebun untuk memetik cabai, dimana lokasi kebunnya berada sekitar 400 ratus meter dari kebun milik Papa Ian tempat ditemukannya sandal yang diduga dipakai oleh Almarhum Anak Nugi Rantaola. Saat hendak akan balik pulang, Reski, anak papa Rut, mencium bau bangkai lalu kemudian menyampaikannya kepada ayahnya (Papa Rut). Mendengar hal itu papa Rut langsung mencari sumber bau tersebut, setelah mencari sekitar 5 menit yang bersangkutan melihat ada bangkai di bawah sebatang pohon yang terbanting. Untuk memastikannya yang bersangkutan mendekati bangkai tersebut dan sontak terkejut melihat bahwa bangkai itu merupakan jenazah dari almarhum anak Nugi Rantaloa yang selama ini dicari oleh warga,” demikian awal kronologi tertulis soal penemuan jenazah Nugi yang diterima wartawan, Minggu (11/4) malam.

Sumber Radar Sulteng menyebutkan, setelah melihat temuannya tersebut, Papa Nugi beserta kedua anaknya langsung bergegas menuju ke kampung untuk melaporkan penemuan itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Tolambo, Bripka Alfrets Kandou, untuk melaporkan kalau Nugi telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Atas Informasi tersebut sekitar pukul 11.49 Wita, Bhabinkamtibmas Desa Tolambo Langsung menghubungi Kapolsek Pamona Selatan, Iptu Supriadi Bakri, melalui telpon untuk menyampaikan bahwa bahwa Anak Nugi Rantaola sudah ditemukan.
Tapi guna memastikan kebenaran informasi yang diterima, Bhabinkamtibmas Bripka Alfrets bersama 6 orang warga desa Tolambo langsung bergegas menuju lokasi ditemukannya Nugi sekaligus mengamankan sekitar TKP.

“Setelah berhasil memastikan kebenaran dari informasi tersebut dan mengamankan lokasi TKP, sekitar pukul 13.00 Wita, Kanit Bimmas Polsek Pamona Selatan Aiptu Daniel Surbakti dan Kanit Reskrim Polsek Pamona Selatan Aipda Sainuddin, SH bersama 10 anggota Polsek Pamona Selatan tiba di TKP ditemukannya Anak Nugi Rantaola yang berjarak sekitar 4 km dari perkampungan warga desa Tolambo,” tulis sumber.

Sekitar pukul 15.30 Wita, jenazah Nugi Rantaola, dibawa menuju Desa Tolambo dengan cara dipikul menggunakan kantong jenazah. Setibanya di desa, jenazah anak Nugi langsung dijemput menggunakan ambulance untuk selanjutnya dibawa menuju ke Puskesmas Korobono. Sekitar pukul 17.40 Wita, jenazah pun tiba di Puskesmas Korobono untuk dilakukan otopsi.
Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, membenarkan telah ditemukannya jenazah Nugi tersebut. Bilangnya, guna kepentingan penyelidikan saat ini jenazah Nugi tengah di otopsi di Puskesmas Korobono. Tim inafis polres Poso juga sudah berada di lokasi penemuan jenazah untuk melakukan olah TKP.

Terkait Nugi apakah merupakan korban pembunuhan, Kapolres belum bisa memastikan. “Kita belum memastikan Nugi itu korban pembunuhan. Sementara dalam penyelidikan. Hasil penyelidikannya nanti akan kita sampaikan,” jelas dia.
Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf menambahkan, pihaknya baru mendapat informasi awal dari Kapolsek. Saat ini Kapolsek sedang membuat laporan kronologi lengkap penemuan terhadap jasad korban. “Jarak ditemukannya sekitar 4-5 kilo meter dari perkampungan di lokasi pegunungan,” tulis Kapolres Rentrix.

Sebelumnya diberitakan hilangnya bocah Nugi kala itu mengundang simpati masyarakat. Ratusan warga dari beberapa desa, bahkan dari kabupaten ikut mencari bocah yang hilang, sejak pada 27 Maret lalu.

Pencarian sudah dilakukan setiap hari oleh pihak keluarga dan warga desa setempat namun tidak membuahkan hasil.
Terkait adanya dugaan penculikan, polisi masih belum bisa memastikannya. “Belum ada tanda-tanda atau indikasi yang mengarah ke kriminal atau pidana (penculikan). Kita (polisi) sudah melakukan olah TKP baik di rumah Nugi maupun di kebunnya tapi tidak ada indikasi kearah itu (penculikan),” kata Kapolsek Pamona Selatan, Iptu Supriadi Bakri, saat dikonfirmasi via ponselnya, Minggu pekan lalu (2/4).

Polisi, lanjut dia, juga sudah memeriksa sejumlah saksi. Saksi yang diperiksa adalah tetangga dan warga setempat yang kemungkinan pernah melihat Nugie sebelum dinyatakan hilang. (bud/ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.