Hidayat Lamakarate Pimpin PMI Sulteng

- Periklanan -

Sekdaprov Hidayat Lamakarate (kedua dari kanan) menerima pataka PMI usai dilantik sebagai ketua PMI Sulteng periode 2017-2022, pekan lalu (21/12). Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace (kiri) sebagai ketua Dewan Kehormatan PMI Sulteng periode 2017-2022. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU– Pucuk pimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulteng berubah. Sekdaprov Sulteng HM Hidayat Lamakarate kini menjabat ketua PMI Sulteng periode 2017-2022.

Dia dibantu H Amjad Lawasa sebagai wakil ketua Bidang Organisasi dan Komunikasi. Wakil Ketua Bidang Penanganan Bencana Naning Tandapa’a Djanggola, Wakil Ketua Bidang UTD Kesehatan dan Sosial Jumriani Yunus, Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan H. Hardi, Wakil Ketua Bidang Dana dan Prasarana Astrid Sandagang, Sekertaris Sudirman, Bendahara Joko Pranowo beserta tujuh orang anggota.

Sementara Gubernur H Longki Djanggola sebagai pelindung PMI Sulteng. Organisasi ini juga dilengkapi dengan Dewan Kehormatan yang diketuai H Irwan Lahace serta aggota masing-masing Bartholomeus Tandigala, Roni Hasan, H Anshar B Lamanandi, dan Welly Hongkiriwang.

Para pengurus PMI Sulteng dan dewan kehormatan dilantik oleh Sekertaris Jenderal PMI PusatRitola Tasmaya. Acara pelantikan turut disaksikan Gubernur H Longki Djanggola dan unsur Forkopimda Sulteng, bertempat di Aula The Sya Regency Palu.

- Periklanan -

Gubernur H Longki Djanggola mengharapkan kepada pengurus yang baru agar lebih pro aktif, terutama berkaitan kesiapan stok darah “UTD (unit transfusi darah) kiranya mengagendakan kunjungan ke instansi yang potensial, misalnya Polda Sulteng, TNI hingga para ASN. Pendonor aktif yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 50, 75 hingga 100 kali juga perlu mendapat apresiasi,” kata Gubernur.

Gubernur mengatakan, PMI memiliki peran penting dalam mendukung upaya perwujudan perubahan dan keamanan bagi masyarakat, terutama dalam keadaan terjadi bencana. Untuk itu, apa yang harus dilakukan PMI sebagai salah satu wadah yang menjalankan misi kemanusiaan harus membuka diri untuk menerima perubahan tatanan sosial yang ada sekarang.

‘’Untuk itu, PMI tidak boleh lagi berpikir konvensional yang menganggap dirinya hanya sekadar pelengkap dalam penanganan tugas-tugas kemanusiaan. Apalagi dengan telah disahkannya UU tentang kepalang-merahan, PMI harus bekerja profesional, berkarakter, tanggap dan dicintai masyarakat,’’ kata Gubernur.

Sementara itu, Hidayat Lamakarate berjanji akan melaksanakan tugas dan mandat PMI dengan baik serta memberikan kontribusi dalam pencapaian visi PMI yaitu ‘’terwujudnya PMI sebagai organisasi yang profesional, tanggap, dan dicintai masyarakat’’.

Sekjen PMI Pusat Ritola Tasmaya mengharapkan pengurus PMI Sulteng dapat meningkatkan advokasi dan sosialisasi untuk kemajuan dan pengembangan PMI Sulteng dengan solid serta penuh semangat.(sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.