Hati-hati..! Masih ada Produk Kedaluarsa di Swalayan

- Periklanan -

Sidak tim gabungan yang terdiri dari Balai Pom Sulteng, Krimsus Pangan Polda Sulteng dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Senin (5/6). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Memasuki hari 10 Ramadan, pengawasan terhadap supermarket, swalayan, dan distributor barang kian ditingkatkan. Senin (5/6), tim gabungan dari Balai POM Sulteng, Krimsus Pangan Polda Sulteng, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, menggelar sidak di swalayan Mouza, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore.

“Sidak ini dalam rangka pengawasan pangan segar dan kemasan dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri,” kata Ruth Mery Nancy, Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Sulteng kepada awak media.

Hasil sidak di swalayan ini, tim gabungan menemukan bonus dari 11 botol Del Monte Chili Sauce berupa sambal terasi kemasan sachet yang sudah kedaluwarsa, tim gabungan pun menyitanya.

Setelah ditelusuri rupanya pihak swalayan mendapatkan produk pangan itu dari distributor PT Surapandang, tim bergerak menuju distributor yang berada di Jalan Sukorno Hatta, Kecamatan Mantikulore ini.

- Periklanan -

Setelah memeriksa pergudangan empat kardus Del Monte kembali ditemukan berisi 96 botol. Sekaligus dengan bonus sambal terasi yang kedaluwarsa tersebut.

“Ini akan kita sita untuk tindakan selanjutnya. Kalau sanksi administrasinya ada peringatan awalnya, kemudian pemusnahan dan pencabutan izin usaha. Saya harap tidak mengulangi lagi,” kata Ruth Mery.

Ruth mengakui ini merupakan sidak ketiga kalinya di bulan Ramadan. Hingga menjelang Idul Fitri mereka akan mengencarkan sidak, apalagi permintaan masyarakat pasti meningkat. Sehingga harus dibarengi dengan pengawasan yang efektif.

“Masyarakat juga diminta harus jeli dan cerdas membeli produk kemasan. Bisa dengan cara cek KIK (kemasan, izin edar, dan kedaluwarsa),” tambahnya.

Selain botol sauce Del Monte, di swalayan Mouza juga ditemukan satu buah blue band dengan kemasan yang penyok dan satu sambal oelek kokita yang sudah kedaluwarsa tapi tetap saja di pajang pada rak penjualan. Terdapat juga gula pasir sebanyak 14 kilo yang diecer disita tim gabungan. Gula pasir ini disita karena pada dasarnya tidak diperuntukkan untuk diecer ke konsumen. Namun, pihak swalayan mengemasnya kembali tanpa menyertakan label di kemasan gula tersebut. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.