Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Hasil Visum, Napi Tewas Murni Bunuh Diri

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Mendiang (Alm) Yustinus Fantarafaila Bin Afan (33), narapidana yang ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Palu, ternyata baru menjalani hukum kurang lebih selama tujuh bulan.

Alm merupakan terpidana kasus narkotika, yang dihukum10 tahun penjara. Hukuman yang telah berkekuatan hukum tetap itulah yang baru dijalani selama kurang 7 bulan.

“Dari kurang lebih 7 bulan hukuman yang dijalani, almarhum baru berada di Lapas Klas IIA Palu, sekitar sebulan sejak dilimpahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Palu,” ungkap Kepala Lapas Klas IIA Palu Ismono, kepada Radar Sulteng kemarin.

Ditemukannya Alm meninggal dunia dengan cara gantung diri di salah satu kamar mandi Lapas, pada Minggu (1/10) malam sekitar pukul 20.00 wita, sangat mengejutkan warga binaan lainnya, petugas lapas termasuk dirinya yang merupakan orang nomor satu di Lapas tersebut.

“Kita turut berbelasungkawa atas meninggalnya alm, Yustinus Fantarafaila Bin Afan. Dia seorang mualaf, dan di lapas ini dia sangat menunjukkan sikap baiknya, bahkan biasa mengikuti majelis taklim yang dilaksanakan di lapas ini,” ujar Ismono lagi.

Dia menerangkan sebelum kejadian terpidana Yustinus Fantarafaila, memang sejak sore sudah tidak terlihat. Teman satu bloknya bahkan mencari (alm), nanti sekitar pukul 08.00 wita malam, baru terpidana ditemukan tergantung dan telah meninggal dunia di dalam kamar mandi.

“Dia ditemukan gantung diri, dengan tali celana atau seperti tali sepatu. Padahal terpidana ini belum lama dikunjungi istrinya, kalau tidak salah minggu pekan kemarin,” sebutnya lagi.

Dari situ lanjut Ismono pihak Lapas Klas II Palu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Palu Selatan, setelah dievakuasi dari tempatnya tergantung, jenazah mendiang alm langsung dibawa di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulteng.

“Di sana alm dilakukan visum. Proses visum dilakukan hingga jam 12 malam. Dari situ korban diserahkan kepada pihak keluarganya. Hari ini (kemarin, red) dikuburkan, dan dari pihak kami ada yang ke rumah duka, menyampaikan wujud bela sungka dan sedikit membawakan bantuan untuk keluarga korban,” urai Ismono.

Ketika ditanya penyebab terpidana menghabisi nyawanya dengan gantung diri, kata Ismono secara pasti belum diketahui apa penyebabnya. Hanya saja dari informasi serta cerita teman-teman terpidana di blok mendiang di luar punya masalah ekonomi termasuk utang piutang.

“Apakah itu penyebabnya kita belum tahu pasti, hanya informasinya yang kita dapatkan seperti itu. Mengenai hasil visum diterangkan kalau terdakwa murni bunuh diri,” tandas Ismono. (cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.