Hasil PCR Mantan Danrem dan Ratna Dewi Negatif

- Periklanan -

PALU – Kabar gembira datang dari mantan Danrem 132 Tadulako, Kolonel Inf. Agus Sasmita dan anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo. Dari hasil uji PCR kedua, baik Agus Sasmita serta Ratna Dewi Pettalolo bersama sejumlah keluarganya yang sempat dinyatakan positif, kini sudah negatif dari Covid-19.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan bahwa sample swab kedua Agus Sasmita bersama keluarga sebelumnya dikirim dan dilakukan uji PCR di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Dan hasilnya menunjukkan bahwa virus corona yang bersarang di tubuh Agus Sasmita telah negatif.

Begitu juga hasil tes PCR kedua Ratna Dewi Pettalolo dan anggota keluarganya, yang diuji di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Sulteng, menunjukkan hasil yang negatif. Sejumlah pertanyaan pun berkembang, ketika sampel SWAB milik mantan Danrem yang diuji di RSPAD Gatot Subroto berbeda dengan Labkes Sulteng.

Mengantisipasi berkembangnya rumor itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Reny Lamadjido langsung memberikan keterangan persnya, Minggu (14/6) kemarin. Wakil Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 ini menyampaikan, bahwa Labkes dalam mengerjakan sampel serta interpretasi hasil sudah berpedoman pada Center for Disease Control (CDC), Litbangkes. “Untuk melakukan rapid atau swab harus terlebih dahulu ada penyelidikan epodemiologi (PE) dalam hal ini identitas pasien, informasi klinis, informasi Pem penunjang, faktor kontak paparan dan daftar kontak erat,” katanya.

Kemudian, immunitas personal Pasien pun berbeda-beda satu dengan yang lain. Apalagi Pasien tersebut sudah istirahat cukup, minum vitamin, makanan sehat dan memghindari stress, maka pemeriksaan Swab akan bisa lebih baik Setelah 6 hari kemudian di-swab kembali.

- Periklanan -

Namun untuk meyakinkan kesembuhannya maka harus dilakukan swab kembali, yang ketigakalinya dan bila hasilnya tetap Negatif maka pasien tersebut dapat dinyatakan sembuh dari virus corona . “Sebagai contoh kasus pak Agus Sasmita (Mantan Danrem Tadulako) dan keluarga pada waktu swab pertama tanggal 5 juni, dinyatakan Konfirmasi Positip Covid , kemudian setelah 6 hari di-swab kembali ternyata hasilnya sudah negatif itu karena kondisi kesehatan beliau yang memang sudah membaik. Demikian juga untuk Ibu Dewi Pettalolo (Anggota Bawaslu RI),” ungkap Reny.

Lebih Lanjut dia menjelaskan, bahwa memungkinkan bahwa virus Covid yang ada pada pasien sudah lama ada, tetapi sudah melemah dan sudah mau hilang atau sudah mau sembuh. Tetapi pada waktu dilakukan Swab Virus yang melemah tersebut masih terdeteksi pada hasil Lab, sehingga pasien tersebut masih terkonfirmasi Positif. “Tetapi setelah 6 hari , diobati, istrahat yang cukup , makan makanan yang bergizi, Olah raga yang cukup , sehingga dapat mempercepat kesembuhan terhadap Pasien atau singkatnya Pasien yang sebelumnya positif, bisa menjadi negatif dalam beberapa hari sangat bergantung pada asupan makan, konsumsi vitamin,” tutur Kepala Dinas Kesehatan ini.

Dan juga sesuai dengan hasil penelitian bahwa rata-rata pasien mengalami perbaikan dalam waktu 5 hari, akan tetapi tiap individu berbeda beda. Akurasi standar laboratorium , semuanya sama, termasuk kualitas hasil Laboratorium Dinkes Provinsi Sulteng.

Lebih jauh disampaikan Reny, untuk membuka lab. PCR banyak persyaratannya dan harus mendapat izin dari litbangkes Pusat dengan hasil Evaluasi ruangan, Metode Jenis alat sebelum melaksanakan running pemeriksaan wajib dilakukan optimasi alat dan reagen serta hasil kurve dan CT.

Sebelum melaksanakan pemeriksaan harus mengikuti standar operasionla prosedur (SOP) antara lain harus kontrol positif dan negatif dari reagen dari alat. “Sehingga Akurasi hasil Lab tersebut sangat akurat, tetapi untuk pemulihan Pasien Covid -19 , bisa saja cepat, tergantung dari kondisi Pasien tersebut,” tandasnya. (Awl/agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.