Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Hari ini UPBJJ Universitas Terbuka Palu Gelar UPI

Dirangkaikan Seminar Akademik Terkait Era Revolusi Industri 4.0

PALU-Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Palu, Rabu (11/9) hari ini, bakal menggelar Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) serta pelepasan lulusan program strata 1 (S1) dan Diploma yang akan diikuti sebanyak 425 lulusan dari berbagai Fakultas, di Marannu, Jalan Setia Budi, Kota Palu.

Sebagai rangkaian UPI, Selasa kemarin (10/9) telah dilangsungkan seminar akademik yang mengangkat tema meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru pendidikan dasar pada era revolusi industri 4.0. Seminar ini menghadirkan dua narasumber istimewa yakni Ketua Senat Universitas Terbuka, Prof Dr Chanif Nurcholis MSi dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr H M Hidayat Lamakarate MSi.

Direktur UPBJJ UT Palu, Wijanarko SP MSi dalam sambutannya pada kegiatan yang berlangsung meriah ini menyampaikan, seminar akademik merupakan satu rangkaian dalam pelaksanaan UPI yang rutin digelar UPBJJ UT Palu. Sekaitan dengan era revolusi industri 4.0, Wijanarko menyebut, sedikitnya ada lima ciri revolusi industri 4.0. Pertama Big Data. Kedua, Smart Factory. Ketiga, Cyber Phisycal System. Keempat, Internet of Think (IoT), serta yang kelima, interoperabilitas.

“Berdasarkan ciri itu, maka guru sebagai elemen penting pendidikan negeri ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya, sehingga menjadi guru yang profesional di era revolusi industri 4.0 ini,” ucap Direktur UPBJJ UT Palu, Wijanarko di hadapan seluruh peserta seminar akademik.

Merujuk penelitian yang dilakukan M Anwar Nurkholis dan Badawi, seorang guru kata Wijanarko di era revolusi industri 4.0, sedikitnya harus memiliki 5 kompetensi. Pertama, educational competence, yakni kompetensi mendidik dengan pembelajaran berbasis IoT. Kedua, competence of technological commercialization, yakni mampu mendidik siswa memiliki sikap kewirausahaan. Ketiga, competence in globalization, yakni tidak gagap budaya, dan memiliki kecakapan memecahkan masalah. Keempat, competence in future strategies, yakni mampu memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dengan beragam strateginya. Dan yang kelima, counselor competence, yakni menjadi pendidik yang berperan sebagai konselor bagi anak didiknya.

“Saya yakin mahasiswa UT memiliki kompetensi sebagaimana yang saya sebutkan. Karena memang mahasiswa UT telah dididik menjadi manusia yang siap bersaing dalam era revolusi industri. Bagaimana tidak, mahasiswa UT sejak awal sudah dikenalkan dengan beragam media pembelajaran online, seperti registrasi online, buku digital, e library, dry lab, tutorial online, portal guru online dan sebagainya. Artinya mahasiswa UT tidak gamang dengan yang namanya teknologi komunikasi. Dan saya yakin lulusan UT dapat berdaya saing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya di era revolusi industri 4.0 ini,” tandasnya.

Ketua Panitia, Yuyun Yunita Puspa SSos MIKom menyebut, UPI tahun ini sangat istimewa karena dihadiri langsung Ketua Senat Universitas Terbuka, Prof Dr Chanif Nurcholis MSi. Yang tidak kalah istimewanya sebab Prof Chanif kata Yuyun, berkesempatan menjadi narasumber dalam seminar akademik yang diikuti seluruh peserta UPI.

“Kami bangga karena peserta UPI bisa mendapatkan ilmu langsung dari beliau yang kami juluki sebagai ‘Bintang Pena’. Serta dikolaborasikan dengan narasumber yang juga istimewa yakni Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Dr H M Hidayat Lamakarate MSi yang dijuluki ‘Mutiara Khatulistiwa’. Dua narasumber pada seminar akademik ini sangat spesial dan istimewa,” pungkasnya. (saf/exp)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.