Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Hari Ini BK Menggelar Ibadah Syukur 125 Tahun Bala Keselamatan di Indonesia

Mengukir Sejarah Manis dalam Kiprah Bala Keselamatan di Sulawesi Tengah

AWALNYA akan digelar Kongres Bala Keselamatan di Indonesia pada September dan Oktober 2018 lalu, tetapi musibah bencana alam gempa bumi dan likuifaksi yang tidak pernah direncanakan itu, akhirnya merubah konsep kegiatan Kongres menjadi Ibadah Syukur 125 Tahun Bala Keselamatan di Indonesia.
MUCHSIN SIRADJUDIN/MARANATHA SIGI
SEKRETARIS Umum Bala Keselamatan (BK) Indonesia, Letnan Kolonel (Letkol) Yusak Tampai, yang juga putera Sulawesi Tengah (Sulteng) asal Sigi, didampingi Ketua 1 Panitia Ibadah Syukur BK Indonesia, menjelaskan, kegiatan BK Indonesia khususnya yang dilaksanakan di Sulteng. Sebelum terjadi bencana yang sama-sama dialami oleh warga BK dan masyarakat di Sulteng pada 28 September 2018 yang lalu. BK memang merencanakan akan menyelenggarakan kongres dalam rangka mensyukuri pelayanan dan kehadiran BK berperan di Indonesia selama 125 tahun.
“ Karena telah terjadi bencana alam yang dahsyat, maka kita merasa perlu untuk membatalkan rencana kongres tersebut. Mengingat sensitifitas, begitu banyaknya saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan untuk bangkit kembali, “ kata Yusak Tampai, kepada para wartawan, saat konfrensi pers di Hotel Santika, Kamis (13/6).
Dijelaskannya, program pemulihan juga masih berlanjut. Sehingga tidaklah tepat kalau dilakukan kongres, maka panitia di Sulteng dipimpin Dr Robby Adikari, bersama Dr Samuel Pongi dan juga panitia-panitia yang lain telah bersepakat untuk merubah konsep acara menjadi Ibadah Syukur 125 Tahun Bala Keselamatan di Indonesia. Juga pemulihan bagi korban bencana yang hingga saat ini masih terus berupaya memulihkan keadaan mereka, baik secara fisik maupun secara mental rohani. “ Tepatlah adanya kami melaksanakan kegiatan ini pada hari ini, Jumat 14 Juni 2019, “ ujar Yusak..
Secara khusus pimpinan Bala Keselamatan (BK) Internasional di London, Jenderal Bryan Padel bersama isteri Komisioner Rosalie Padel adalah pemimpin atau Presiden pelayanan wanita Bala Keselamatan sedunia. “Akan hadir dalam kegiatan Ibadah Syukur ini, dan telah tiba kemarin pada hari Kamis sore (13/6). Beliau hadir sebagai gembala kami secara internasional, dan secara khusus akan memberikan penguatan dorongan iman, dorongan rohani untuk warga Bala Keselamatan bisa bangkit dari masa-masa sulit setelah bencana, “ urai Yusak.
Pusat Ibadah Syukur ini dilaksanakan di lapangan sepakbola Desa Maranatha Kabupaten Sigi, karena di wilayah ini banyak warga Bala Keselamatan tinggal, dan menjadi wilayah terdampak. Kemudian pada sore harinya, pukul 17.00 wita di Gereja Bala Keselamatan Korps Woodwar Kota Palu akan dilaksanakan ibadah penguatan khusus bagi hamba-hamba Tuhan di wilayah Sulteng dan Sulawesi Barat (Sulbar).
“Ini menjadi sangat penting, karena para Opsir Bala Keselamatan selama bencana dan sampai hari-hari ini di Sulawesi Tengah dan juga Sulawesi Barat melaksanakan peran yang sangat penting, yaitu memberikan penguatan dan konsolidasi bagi warga dan juga bagi masyarakat, perlu dikuatkan. Perlu diberikan dorongan, “ ungkapnya.
Di Ibadah Syukur ini, Bala Keselamatan Indonesia khususnya pantia pelaksana tidak melakukan mobilisasi massa untuk hadir, tetapi warga dengan sendirinya tergerak untuk datang dan menaikan syukur atas pertolongan Tuhan, bukan saja sebagai Gereja, tetapi sebagai pribadi dan keluarga yang telah selamat dari bencana dan mengalami kekuatan melewati hari-hari sulit. Seluruh pesertanya hampir 100 persen berasal dari wilayah Sulteng dan Sulbar, mayoritasnya berasal dari Kabupaten Sigi.
Ditambahkannya, kegiatan pimpinan Bala Keselamatan Dunia untuk menghadiri Ibadah Syukur, dan ibadah penguatan bagi Opsir-opsir Bala Keselamatan. Juga akan meninjau tiga lokasi dalam perjalanan kembali dari Desa Maranatha akan singgah di Desa Jonooge, kemudian akan melihat situasi di Biromaru, dan juga akan ke Petobo.
“Karena di tempat-tempat itu juga, disamping masyarakat secara umum mengalami korban, ada juga warga Bala Keselamatan yang mengalaminya, “ sebutnya.
Kedatangan pimpinan Bala Keselamatan itu, memberikan support dan dukungan moril warga Bala Keselamatan di Indonesia dan di Sulawesi Tengah, sekaligus akan menghadiri pelantikan Opsir-opsir atau Pendeta-pendeta Bala Keselamatan yang akan diutus, yang mayoritasnya berasal dari Sulteng.
Kehadirannya secara internasional memberikan kesaksian atau dorongan kepada Bala Keselamatan di seluruh dunia yang lebih dari 130 negara untuk berfokus mendoakan warga Bala Keselamatan di Indonesia.
“ Bukan saja mendoakan warga Bala Keselamatan, tetapi mendoakan pemulihan bencana yang sedang berlangsung di Sulawesi Tengah termasuk mendoakan juga masyarakat dan pemerintah. Jadi hari hari-hari ini Bala Keselamatan fokus secara dunia berada di Sulawesi Tengah, karena pimpinan sekarang berada di Sulawesi Tengah, “ urainya. Ini menjadi gambaran, bagaimana kekuatan secara moril Bala Keselamatan bersatu secara internasional.
Mengenai kerusakan infrastruktur milik Bala Keselamatan, dari data yang ada kurang lebih 120 gedung, baik itu Gereja, dan kebanyakan itu Gereja. Yah hampir 80 Gereja yang mengalami kehancuran, rusak berat sampai rusak ringan. Kemudian, ada sekolah-sekolah dan juga ada kantor dan panti-panti, serta rumah-rumah dinas, yang mengalami kehancuran.
“Sejauh ini masih dalam proses untuk perbaikan. Yang sudah dilakukan adalah mengupayakan rumah-rumah ibadah sementara. Lalu melakukan perencanaan yang terinci untuk pembangunan kembali. Karena biayanya begitu besar, dan proses perbaikannya butuh waktu. Kami sangat berterima kasih ke berbagai pihak, Bala Keselamatan bersama-sama bergandengan tangan, khususnya pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sudah memberikan uluran tangannya. Sejauh ini kami berterima kasih atas kontribusi yang sangat siginifikan yang kami terima, “ paparnya.
Ucapan terima kasih juga disampiakan secara khusus kepada Badan-badan antar Gereja dan antar Agama di Sulteng, khususnya di Palu dan Sigi yang sampai saat ini merasakan begitu kuat dan eratnya hubungan baik, bahu membahu saling mendukung satu dengan yang lain. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita di Sulteng.
“Dalam perjalanan Bala Keselamatan 125 Tahun berada di Sulawesi Tengah mengukirkan sejumlah sejarah manis perjalanan berdampingan khsususnya saudara besarnya Alkhairaat selama ini, “ pungkas Yusak Tampai, yang pada 1 Juli 2019 nanti akan dilantik menjadi pimpinan Bala Keselamatan Indonesia..
Sementara itu, menurut Ketua I Panitia pelaksana Ibadah Syukur BK Indonesia, yang juga Ketua Dewan Pengawas Bala Keselamatan Indonesia, Dr Samuel Pongi, kegiatan Ibadah Syukur itu besar tetapi dalam konsep yang sederhana dan penuh kekeluargaan dan kebersamaan antar umat. “ Jadi bukan hanya jemaat Bala Keselamatan saja. Tetapi kami bersyukur ada partisipasi dari keluarga besar Alkhairaat, “ kata Samuel Pongi.
Sejauh ini kata Samuel, peserta yang sudah mendaftar kepada panitia sampai – 1 H kemarin, sudah masuk 14 ribu peserta, meski targetnya hanya 10 ribu jemaat. Situasi ini tidak bisa dibendung, tidak ada mobilisasi massa. Tetapi kerinduan jemaat untuk bertemu dengan pemimpin Bala Keselamatan dunia itu yang menjadi motivasi tersendiri. “ Ini yang membuat kami tidak bisa menghambat ketika mereka mendaftar. Mereka sudah mendaftar secara resmi. Misalnya namanya siapa, dari Gereja BK dimana, asalnya dari mana, “terang Samuel.
Para peserta bahkan telah menginap di sekitar lapangan sepakbola Desa Maranatha. “ Hari ini sudah menginap di sana mereka. Sekali lagi kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupten Sigi yang sangat berperan secara khusus menyukseskan acara ini. Kami juga dari panitia bersyukur karena ada saudara kami dari Aljkhairaat yang betul-betul mensuport kami dalam kegiatan hari ini, “ kata Samuel.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.