Hari Ini 316 Mahasiswa STIK IJ Diwisuda

- Periklanan -

FOTO: MOH SALAM/RADAR SULTENG
USAI YUDISIUM : Sejumlah Wisudawan terbaik bersama Ketua Yayasan Trikarya Husada, Ketua, dan dosen-dosen STIK IJ Palu berfoto bersama saat Yudisium STIK IJ.

PALU – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya (STIK IJ) hari ini (26/11) kembali menggelar wisuda XVII tahun ajaran 2017/2018, di Aula Alkhairaat. Dalam wisuda yang bertemakan, “Dengan Pelaksanaan Wisuda STIK IJ tahun 2018 Kita Bangkitkan Semangat Untuk Berprestasi”, kali ini diikuti 316 orang wisudawan dan wisudawati dari tiga program studi. Prodi Kesehatan Masyarakat, Prodi Ilmu Keperawatan, dan Prodi Program Profesi Ners.

Wisudawan terbaik dari Prodi Kesehatan Masyarakat yaitu, Ni kadek Wiyarni SKM, terbaik 1 dengan IPK 3,99 (AKK), Fitriyani F SKM, terbaik 2 dengan IPK 3,77 (EPIDEMIOLOGI), Elvi Sukaesih SKM, terbaik 3 dengan IPK 3,75 (AKK). Kemudian wisudawan aktif dan kreatif yaitu Muhammad Adnan, dengan IPK 3,62 (AKK). Serta wisudawan termuda, Eka Sadia Pratiwi SKM, dengan IPK 3,69 (EPIDEMIOLOGI), yang lahir di Palu, 15 November 1997.

Sedangkan Wisudawan terbaik dari Prodi Ilmu Keperawatan yaitu Nursanti Skep, terbaik 1 dengan IPK 3.83, Trivena Andreina Perapi Skep, terbaik 2 dengan IPK 3,80, dan Andre I Bonde Skep, terbaik 3 dengan IPK 3,68. Kemudian wisudawan aktif dan kreatif yaitu Muhammad Arif SKep, dengan IPK 3,41. Serta wisudawan termuda yaitu Wahyuni Skep, dengan IPK 3,03. Lahir di Ranteka, 4 Oktober 1997.

Tak kalah membanggakan wisudawan terbaik dari Prodi Profesi Ners yaitu Alam Syah SKep Ns, terbaik 1 dengan IPK 3,61, Kadek Olfiana SKep Ns, terbaik 2 dengan IPK 3,61, dan Priska Setiana SKep Ns, terbaik 3 dengan IPK 3,50.

Ketua STIK IJ, Dr Esron Sirait SE MKes mengungkapkan, wisudawan dan wisudawati STIK IJ tidak kalah bersaing dengan lulusan-lulusan dari universitas lainnya yang ada di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu. Sebab menurutnya, hal itu dapat dilihat dari alumni STIK IJ yang bekerja di sejumlah instansi pemerintahan.

“Harapan saya kepada wisudawan dan wisudawati agar mereka ini mampu bekerja, punya dedikasi yang tinggi dan mampu bersaing serta rata-rata alumni STIK itu dari kesehatan masyarakat sudah banyak yang menjadi kepala Puskesmas, sehingga ke depan berharap STIK ini pada tahun 2023 menjadi suatu pendidikan kesehatan yang terdepan,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, tantangan pembangunan nasional saat ini dan mendatang dirasakan semakin berat. Salah satunya permasalahan masih perlu mendapatkan prioritas dalam pembangunan nasional adalah penguatan daya saing melalui kompetensi sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berdaya saing akan mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang ini adalah salah satu softskill yang harus dibangun bagi lulusan perguruan tinggi di Indonesia dan termasuk lulusan STIK IJ.

- Periklanan -

“Bagi wisudawan ingatlah warisan yang anda peroleh, jangan sia-siakan tetapi manfaatkan melalui aktivitas anda atau pekerjaan anda di masa mendatang,” sebutnya.

Ia menyampaikan kepada seluruh orang tua mahasiswa dan wisudawan serta wisudawati, untuk tetap melakukan kontrol kepada anaknya. Sebab dukungan orang tua sangatlah besar perannya untuk keberhasilan anaknya.

“Harapan saya kepada orang tua wisudawan jangan merasa bimbang memasukkan anaknya kuliah di STIK IJ dan orang tua bisa memantau langsung seperti apa proses belajarnya di kampus,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Trikarya Husada, Dr. PASH. Panggabean, MPH.,DR (HC) berpesan kepada seluruh lulusan STIK IJ, untuk selesai wisuda dan belajar di STIK IJ bisa berguna dan bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. Sehingga keberadaan lulusan dan alumninya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harapan kita agar para lulusan ini betul-betul bersemangat. Jadi dengan semangat yang lebih tinggi, mudah-mudahan mereka akan bisa lebih berbuat yang baik di tengah-tengah masyarakat sebagai pengabdian daripada ilmu pengetahuan yang mereka sudah dapatkan serta mereka harus berusaha untuk berbuat sesuatu,” pesannya.

Dia menyampaikan, tidak pernah melarang lulusan STIK IJ mengharapkan sebagai pegawai negeri sipil, namun sambil menunggu pengangkatan tersebut para wisudawan mendatang tidak ada yang menganggur. Akan tetapi tetap melakukan pengabdian.

“Jadi memang seperti sekarang pengangkatan-pengangkatan itu seperti pegawai negeri misalnya, itukan sangat terbatas. Jadi kalau mereka hanya mengharapkan itu nanti mereka akan kurang berbuat. Jadi sambil mereka mengharapkan PNS misalnya mereka tetap mengabdikan diri di mana saja tempat sarana kesehatan yang ada di Sulawesi Tengah, seperti Puskesmas, rumah sakit, dan puskesmas pembantu, jadi lulusan ini jangan mau menganggur dan berbuatlah sesuatu apakah itu sifatnya honorer atau pengabdian mereka langsung bekerja diberbagai sarana yang tersedia,” ungkapnya.

Terakhir dia pun mengimbau kepada orang tua wisudawan agar terus mendorong masing-masing anaknya untuk berbuat dan bekerja usai wisuda ini.

“Orang tua diharapkan mendukung dan memberi semangat supaya anaknya langsung berbuat dan bekerja walaupun itu sifatnya itu honorer atau pengabdian bahkan kalau ada yang langsung pegawai negeri atau diperusahaan swasta,” pungkasnya. (slm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.