Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Hari Dharma Samudra, Tabur Bunga di Tengah Teluk Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

JASA PAHLAWAN : Danlanal Palu, Mikaryo Widodo bersama sejumlah undangan melakukan tabur bunga di laut Teluk Palu, Minggu (15/1). (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Perjuangan Komodor Yos Sudarso bersama sejumlah pejuang mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia di laut, patut untuk terus dikenang. Salah satu bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pejuang di laut itu, dilakukan dengan bentuk peringatan Hari Dharma Samudera setiap tanggal 15 Januari.

Kemarin, jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu juga memperingati Hari Dharma Samudera tahun 2017, di Markas Komando Lanal Palu dan di Kapal Angkatan Laut (KAL) Andau. Peringatan tersebut ditandai terlebih dahulu dengan upacara di halaman Mako Lanal Palu.

Bertindak sebagai inspektur upacara Komandan Pangkalan TNI Angakatan Laut (Danlanal) Palu, Letkol Marinir Mikaryo Widodo. Sementara bertugas sebagai Komandan Upacara, yakni Kapten Laut (P) Hairul Azis, yang juga menjabat Pasintel dan Pasops Lanal Palu. Usai upacara di darat, prosesi peringatan Hari Dharma Samudera dilanjutkan upacara tabur bunga di tengah-tengah Teluk Palu dengan menggunakan KAL Andau.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi dalam amanat tertulis dibacakan Danlanal Palu, mengatakan, Hari Dharma Samudera pada hakekatnya merupakan bentuk penghormatan, sekaligus untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan laut yang telah gugur sebagai kusuma bangsa dalam pertempuran laut. Mereka berjuang untuk mempertahankan wilayah kedaulatan negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut, Danlanal mengatakan sebagai generasi penerus, peristiwa tersebut telah memberikan suri tauladan tentang sikap kepahlawan dan patriotisme yang ditujukan oleh para kesatria laut sejati. Para pejuang saat itu dengan gagah berani melakukan perlawanan secara heroik. Bahkan rela mengorbankan jiwa dan raganya hingga tenggelam bersama kapal RI Macan Tutul dalam menghadapi kapal perang Belanda yang diketahui memiliki kekuatan jauh lebih besar dan memiliki persenjataan modern pada masa itu.

“Salah satu kunci keberhasilan perjuangan para Pahlawan di masa lalu, dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengawaki TNI Angkatan Laut adalah sikap kebersamaan, rasa senasib dan seperjuangan, integritas tinggi, bekerja keras tanpa pamrih serta lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” tekan Mikaryo.

Untuk diketahui, 55 tahun yang silam, tepatnya tanggal 15 januari 1962 telah terjadi pertempuran di Laut Aru, RI Macan Tutul beserta seluruh ABK, dan Komodor Yos Sudarso selaku Senior Officer Onboard, tertembak kapal perang Belanda dan tenggelam. Mereka merupakan ksatria laut yang gagah berani dan telah berjuang penuh pengorbanan dan gugur ditengah-tengah gemuruh gelombang laut Aru sebagai Pahlawan Kusuma Bangsa.

Turut hadir dalam peringatan Hari Dharma Samudera tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan, Arif Latjuba, Kasrem 132 Tadulako, Letkol Inf Adrian Susanto, serta sejumlah pejabat Pemkot Palu, Pemkab Sigi serta Donggala. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.