Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Harga Cabai Rawit Mulai Turun

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pedagang cabai rawit di pasar tradisional Manonda, Jumat (5/1). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Harga cabai rawit beberapa hari terakhir mengalami lonjakan yang cukup tinggi mencapai Rp100.000 per kilogramnya. Rabu (11/1), di Kota Palu, harga cabai rawit yang sempat meroket sejak sepekan terakhir mulai berangsur turun, meski belum stabil seperti semula.

Data tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah pedagang di dua pasar induk yang ada di Kota Palu, yaitu Pasar Induk Masomba Palu dan Pasar Induk Inpres Manonda Palu. Di Pasar Induk Masomba Palu misalnya, rata-rata pedagang menjual cabai rawit dengan harga Rp80 ribu per kilogramnya.

Acok, salah seorang pedagang cabai rawit di Pasar Induk Masomba Palu, mengatakan bahwa harga cabai rawit untuk saat ini ada 3 macam, cabai dengan tangkai dijualnya Rp90 ribu per kilogram, cabai rawit tanpa tangkai Rp80 ribu per kilogram, dan cabai yang sudah hampir kering Rp70 ribu per kilogram. “Cabai dengan tangkai sedikit mahal, karena awet disimpan, beda dengan yang tanpa tangkai,” jelasnya saat ditemui Radar Sulteng.

Pedagang lain, di Pasar Induk Masomba Palu, Hj Tuti membenarkan hal tersebut, menurutnya penurunan harga cabai terjadi karena sudah mulai banyak stok cabai yang masuk di pasar. “Selain para petani memilih menjual cabai keluar daerah, banyak petani yang gagal panen karena jamur,” ucapnya.

Penurunan harga cabai rawit juga terjadi di Pasar Induk Inpres Manonda Palu, salah seorang pedagang Kasman, mengatakan harga cabai yang semula Rp100 ribu turun menjadi Rp80 ribu per kilogram. “Harga belum bisa stabil seperti semula, karena stok di pasar masih sedikit,” ujarnya.

Kasman menambahkan, untuk harga cabai keriting masih stabil Rp25 ribu per kilogram, walaupun ada sebagian pedagang yang menjual Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. “Harga dari petani Rp20 ribu per kilogram, jadi saya jual Rp25 ribu per kilogramnya,” terangnya. (umr)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.