Hanya Jadi Kandang Kambing, Gedung TIC Dinilai Mubazir

- Periklanan -

MUBAZIR : Gedung TIC yang terkesan mubazir karena belum pernah digunakan. (Foto: Aslan Laeho)

PARIMO – Pembangunan gedung Tourism Information Center (TIC) atau pusat informasi pariwisata Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dinilai mubazir, bahkan pembangunannya terkesan hanya menghambur-hamburkan uang negara.

Pasalnya gedung yang dibangun tahun 2015 menjelang pelaksanaan Sail Tomini tersebut hingga saat ini belum digunakan. Pantauan Radar Sulteng, gedung yang bersebelasan dengan kantor BPS Parimo di kompleks perkantoran Desa Bambalemo Kecamatan Parigi tersebut nampak tak terurus.

Tumbuhan liar di sekitar bangunan sudah mulai tinggi. Di samping kiri dan kanan bangunan terlihat kotoran kambing menandakan bangunan itu biasa digunakan hewan ternak untuk berteduh dari sengatan matahari atau hujan. Mengintip ke dalam bangunan, lantai keramik bangunan itu terlihat debu yang cukup tebal menandakan bangunan itu jarang dibersihkan. Juga terlihat banyak plastik hitam mirip plastik yang digunakan untuk pembibitan tanaman berserakan di lantai.

Cat bangunan juga terlihat mulai pudar dan sebagian sisi bangunan mulai berlumut. Pembangunan gedung yang dibangun dengan uang rakyat ratusan juta rupiah itu diduga tidak melalui perencanaan yang matang. Buktinya hingga kini bangunan itu belum juga digunakan. Padahal awalnya gedung TIC tersebut diharapkan menjadi pusat informasi pariwisata pasca pelaksanaan Sail Tomini, karena pasca iven nasional itu diharapkan akan banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Parimo.

- Periklanan -

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Parimo, Hamka Lagala yang dimintai tanggapan terkait belum dimanfaatkannya gedung TIC itu terkesan lepas tangan. Dia menyatakan, gedung itu dibangun saat dirinya belum menjabat sebagai Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Menurutnya pembangunan gedung itu merupakan bantuan dari Kementerian Pariwisata menjelang pelaksanaan Sail Tomini yang lalu.

“Bukan saya yang bangun itu. Mau dibikin bagaimana lagi kalau sudah begitu kondisinya,”ujar Hamka.

Hamka berdalih, belum difungsikannya bangunan itu karena fasilitasnya yang belum lengkap seperti aliran listrik dan air yang belum ada serta fasilitas lain yang juga belum ada.

Namun anehnya, Hamka justru mengatakan bahwa bangunan itu akan dikontrak oleh pihak Perusda Parimo, sehingga sudah menyimpang dari peruntukkannya.

“Perusda mau kontrak itu bangunan. Saya belum tahu mau mereka gunakan untuk apa. Daripada tidak dipakai,”pungkasnya.(aji)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.