Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Hanya Berselang 19 Hari, Masomba Membara Lagi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga dan anggota pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Palu bersama-sama memadamkan api yang membaakr pasar Masomba Palu, Sabtu (26/8). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Kurang lebih 230 kios pedagang di pasar tradisional Masomba kembali ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (26/8) malam pukul 18.45 Wita. Terhitung sejak 2001 Masomba terbakar sudah kelima kalinya. Hanya berselang Sskitar 19 hari lalu tepatnya Selasa (8/8) pasar ini juga terbakar menghanguskan kurang lebih 300 kios.

Dari data yang dihimpun di lokasi kejadian api dengan cepat merembet ke setiap kios. “Kasihan pedagangnya. Padahal belum lama terbakar, sudah terbakar lagi di lokasi yang baru,” kata Rafi salah seorang warga kepada wartawan.

Bahan bangunan kios yang banyak dari kayu membuat api dengan cepat merembet. Dalam kebakaran tersebut armada dari pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Palu dibantu dengan mobil water canon milik Polres Palu berupaya memadamkan api.

Aparat kepolisian Polres Palu dengan bersenjata lengkap pun diturunkan untuk mengamankan warga yang ingin melihat dari dekat kejadian tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu, Musliman mengatakan belum dapat memastikan penyebab kebakaran, tetapi dari perkiraan sementara ada kurang lebih 230 kios ludes terbakar. Pihaknya masih mencari data penyebab pasti dengan beberapa orang saksi mata dan pedagang sekitar. Untuk memadamkan api pihaknya menerjunkan tiga unit mobil tembak dari Kantor induk dibantu dengan armada dari Kecamatan Palu Barat. Sebanyak 120 orang personelnya diturunkan.

“Dari Polres juga turut membantu kami, Pak Kapolres pun turun langsung. Kami sudah koordinasi terlebih dahulu, mengingat ada insiden sebelumnya, jadi berjaga-jaga jangan sampai terjadi,” kata Musliman ditemui di lokasi kebakaran.

Beberapa mobil suplay juga turut membantu mengisi persedian air dari mobil water canon dan armada pemadam. Seperti mobil suplai milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng satu unit, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dua unit.

“Kita punya tiga mobil suplay, jadi ada enam unit. Pasokan air kami ambil dari Mall Tatura dan samping kantor Induk Wali Kota,” jelasnya.

Menurut Musliman, api baru berhasil dipadamkan sekitar 2 jam lebih. Proses pendinginan dilakukan personelnya sampai pukul 22.30 Wita. Dalam kebakaran ini juga memakan korban tiga personel pemadam.

“Ada satu yang kesetrum, padahal listrik sudah padam ketika itu. Ada tertimpa reruntuhan dan tertusuk paku. Hanya yang kesetrum ini harus dilarikan ke rumah sakit, dua lainnya itu hanya luka ringan saja,” ujarnya.

PLT Kepala Pasar Masomba, Nurul Ratnawati menambahkan belum bisa berbicara banyak terkait kebakaran itu. Namun perkiraannya kios yang terbakar diantaranya lapak pedagang cakar dan campuran. Terkait kerugian Nurul Ratnawati juga belum terlalu jauh memberi keterangan.

“Rugi berapa belum bisa perkirakan. Saya juga baru sampai dari luar daerah, ada izin empat hari. Saat di Bandara Mutiara langsung menerima kabar terbakar lagi. Mungkin nanti besok akan ada olah TKP dari pihak kepolisian,” tuturnya dihubungi via telepon sekitar pukul 23.00 Wita. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.