alexametrics Handycraft Expo 2020, Ajang Kebangkitan Pengrajin Sulteng – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Handycraft Expo 2020, Ajang Kebangkitan Pengrajin Sulteng

Upaya Disperindag Sulteng Motivasi IKM di Tengah Pandemi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Selama pandemi Covid-19 banyak pelaku industri kecil menengah (IKM) ikut terdampak secara ekonomi. Tidak terkecuali para pelaku IKM kerajinan tangan. Minimnya permintaan, membuat seluruh pengrajin seolah “mati suri”.

Guna kembali menggairahkan serta memotivasi para pelaku IKM kerajinan tangan, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, berinisiatif menggelar Pameran Tematik Handycraft EXPO 2020. Pameran yang rencannya dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, H Longki Djanggola, Jumat (21/8) hari ini, memang sengaja dibuat Disperindag Sulteng, mengingat adanya peluang para pelaku IKM kerajinan tangan untuk bangkit di era Adaptasi Kebiasan Baru (AKB).

Kepada Radar Sulteng, Kepala Disperindag Provinsi Sulteng, Richard Arnaldo Djanggola SE MSA, menjelaskan, bahwa pameran ini merupakan yang pertamakali digelar Disperindag Sulteng untuk Tahun ini. Di Tahun-tahun sebelumnya, juga pernah digelar dan telah berlangsung tiga kali, namun biasanya terlebih dahulu digelar Pameran Kopi maupun Pameran Cokelat. “Kami sengaja langsung menggelar pameran ini, mengingat IKM yang paling terdampak secara ekonomi dari pandemi ini, adalah IKM kerajinan tangan,” katanya.

Untuk IKM-IKM lain, seperti kuliner dan olahan pangan lainnya, meski juga berdampak namun masih bisa survive dan masih bisa melakukan transaksi dengan pembeli. Berbeda halnya dengan IKM kerajinan tangan, sama sekali tidak ada pembeli selama masa pandemi. Produk kerajinan tangan, memang sepi pembeli, karena masyarakat pun lebih mengutamakan kebutuhan primernya dibanding tersier seperti produk-produk kerajinan tangan. “Lewat pameran ini lah, kami sebagai fasiliator ingin kembali mempromosikan produk-produk kerajinan tangan ini ke masyarakat,” jelas Kepala Dinas.

Terlebih saat ini, peluang para pelaku IKM untuk bangkit juga sudah terbuka, dengan kebijakan pemerintah menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Para pelaku IKM yang dilibatkan sendiri, merupakan mereka yang memiliki produk-produk bernilai ekspor tinggi. Sehingga, terkait kualitas, tidak perlu diragukan lagi. Ada sekitar 20 pelaku IKM dari kabupaten/kota yang dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Yang masih jadi unggulan pengrajin Sulawesi Tengah itu produk olahan dari eboni, rotan dan kini juga kelapa serta tenun-tenun lokal,” ungkap Richard.

Tidak hanya itu, dalam pameran ini juga dilibatkan salah satu eksportir yang telah masuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, yakni Kaili Rotan, yang juga sudah melakukan ekspor produk olahan rotan berupa stik polo. Lewat Kaili Rotan pula, Kepala DInas Perindag ini berharap, apa yang dipamerkan para pengrajin lokal Sulawesi Tengah ini, bisa pula dibukakan jalan untuk ekspor.

Lebih jauh disampaikan Richard, selain melakukan pameran sebagai ajang promosi bagi para IKM, Dinas Perindag Sulteng, juga tidak henti-hentinya melakukan pendampingan kepada para pelaku IKM kerajinan tangan, agar mampu untuk terus berinovasi. Dan yang saat ini tengah dikembangkan, salah satunya yakni pewarnaan alami kain tenun, dari bahan sisa-sisa kayu eboni yang direndam.

“Pewarnaan alami ini merupakan inovasi yang ramah lingkungan dan lebih soft. Inovasi-inovasi seperti ini lah yang kami harapkan, agar produk kerajinan tangan juga bisa tembus pasar internasional,” tuturnya.

Produk kerajinan tangan yang bahannya didapatkan dari Cagar Biosfer, turut pula dipamerkan. Sebab, menurut dia, pasar internasional juga memberikan perhatian lebih, bagi produk-produk olahan yang bahanya didapat dari Cagar Biosfer.

Lebih jauh Kepala Dinas Perindag berharap, dengan mulai menggeliatnya perekonomian di tengah adaptasi kebiasaan baru, promosi yang dilakukan lewat pameran ini pun, dapat berjalan sehingga para pengrajin yang sebelumnya “mati suri” kembali bergairah, sehingga hasil produksi kerajinan tangan bisa diminati masyarakat.

Pemerintah daerah kata dia, juga akan senang dan bangga bila para pelaku IKM ini mampu melakukan ekspor hasil produksinya dengan inovasi yang dilakukan, sehingga hal ini juga dapat meningkatkan nilai ekspor non migas dan nikel di Sulawesi Tengah.

“Sebab, nilai ekspor juga akan berdampak pada pertumbuhan PDRB (pendapatan domestik regional bruto) kita,” jelasnya.

Pameran yang bakal digelar selama tiga hari ini, bakal berlangsung di Palu Grand Mall, yang lebih tertutup. Di tahun sebelumnya, pameran semacam ini, digelar di tempat terbuka seperti Lapangan Vatulemo maupun di Taman GOR Palu, namun mengingat pandemi covid-19 yang belum berakhir, maka dipilih tempat yang lebih tertutup.

“Kami juga tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jumat pagi kita sudah minta pihak BPBD mulai lakukan penyemprotan disinfektan. Pengunjung juga akan dites suhu dengan thermo gun dan menyiapkan hand sanitizer dan tetap kita buat social distancing (jaga jarak) pengunjung satu dengan lainnya,” ujar Richard Djanggola.

Selain menampilkan produk-produk kerajinan tangan, dalam Handycraft Expo 2020 ini, juga turut dimeriahkan panggung Live Music, menampilkan sejumlah penyanyi dan band lokal Kota Palu, serta adapula lomba seperti kontes foto. Untuk menambah pengetahuan para peserta pameran maupun para pelaku IKM kerajinan tangan, juga ada workshop berkaitan dengan usaha kerajinan tangan. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.