Handicraft UKM Hadir di Sulteng Expo 2019

- Periklanan -

PALU- Sulteng Expo 2019 dalam rangka menyambut HUT ke-55 Provinsi Sulteng di Lapangan Panggona Ex STQ resmi dibuka oleh Gubernur H Longki Djanggola, Selasa malam (9/4). Sebanyak 101 stand memeriahkan iven pameran tersebut.
Yang menarik juga ditampilkan pameran handicraft dari usaha kecil menengah (UKM) binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sulteng. Stand handicraf dibuat tersendiri berada di sebelah utara panggung utama.
Pameran handicraft ini mengusung tema ‘’Wujudkan handicraft yang berdaya saing menuju Sulteng bangkit’’. UKM dari seluruh kabupaten dan kota ikut ambil bagian menampilkan aneka kerajinan. Misalnya lampion karakter gerkatin dan tenun; Ria Crafts dan Ewood Indonesia; Culture Souvenir and Gisca Handicraft, Aldi Art Handicraft and Accesories, Bambu Butung Sigi-Palolo, dan Pusat Inovasi Rotan Nasional (Pirnas). Dinas Perindag kabupaten dan kota juga menampilkan kerajinan khas masing-masing.
Pantauan koran ini, stand handicraft mendapat perhatian pengunjung. Tidak hanya berkunjung, mereka juga membeli berbagai hasil kerajinan yang dinilai menarik.
Tidak hanya pameran, di hari kedua kemarin (10/4) digelar talk show bertema ‘’Kiat-kiat meningkatkan daya saing UKM untuk go internasional. Dua narasumber hadir dalam talk show kemarin, yakni Aling Nur Naluri, direktur Salam Rancage Bogor, Jawa Barat dan Irwan Sakti Alamsyah, kasubag umum dan Plt kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Bea Cukai Palu.
Sulteng Expo 2019 mengangkat tema ‘’Sinergitas memacu investasi untuk pertumbuhan dan pemerataan’’. “Makna dari tema tersebut adalah bagaimana segenap kalangan multi sektoral yang ada dapat menciptakan keterpaduan yang harmonis dalam rangka membangun daerah,’’ kata Gubernur H Longki Djanggola dalam sambutannya membuka Sulteng Expo 2019.
Kata Gubernur, pelaksanaan Sulteng Expo digelar dalam nuansa yang berbeda, karena Sulteng baru saja terkena bencana. Namun Gubernur mengajak masyarakat tidak larut dalam kesedihan, tetapi menyurutkan semangat untuk bangkit.
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulteng, Ch Shandra Tobondo mengatakan Sulteng Expo 2019 bertujuan untuk menjadikan Sulteng Expo pameran nasional, menginformasikan ke seluruh investor yang ada di Sulteng, mempromosikan UKM daerah, memasarkan potensi daerah, serta memberikan sarana hiburan bagi masyarakat.
“Pada 2019 jumlah stand ada 101, jauh lebih banyak dari pada tahun 2018, yang hanya 68. Ini menjadi bukti Sulteng Expo banyak diminati pelaku usaha,” ucapnya.
Yang menjadikan Sulteng expo 2019 spesial lagi hadirnya pameran handicraft UKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng serta Kota Palu. (sya/umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.