Hampir Setahun, Kasus PDAM Palu Belum Ada Tersangka

- Periklanan -

PALU – Sudah hampir setahun kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu, masih abu-abu. Kasus yang ditangani Polres Palu sejak 2018 ini, belum ada kejelasan siapa tersangkanya.
Hal ini pun mendapat sorotan dari Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulteng, Sofyan Farid Lembah menyampaikan, penanganan kasus yang sudah memakan waktu hampir setahun, seharusnya sudah ada titik terang, siapa pelaku di balik tindak dugaan maladministrasi atau korupsi tersebut.

Dalam penanganan kasus seperti ini, kata Sofyan, memang ada prosedur yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Seperti, bekerja sama dengan tim ahli untuk mengungkap kasus, khususnya seperti tindak pidana korupsi.

- Periklanan -

“Kalau saya pikir ada hal teknis yang belum dipenuhi oleh pihak kepolisian, sehingga kasus ini belum juga terungkap. Saya juga mungkin akan mempertanyakan kasus ini ke Irwasda,” jelasnya.

Menurut Sofyan, ini merupakan tindakan merugikan negara. Sehingga aparat kepolisian selaku penegak hukum, harus mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Holmes Saragi mengungkapkan, dugaan kasus korupsi yang saat ini ditangani oleh Sat Reskrim Polres Palu, masih melengkapi berkas perkara yang dikembalikan jaksa.

“Kita masih melengkapi P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi, red) dari JPU,” ungkap Kasat Reskrim Polres Palu AKP Holmes Saragi, Minggu (30/6), saat dihubungi Radar Sulteng melalui telepon selulernya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Polres Palu mulai membidik kasus ini pada Juli 2018 lalu. PDAM Kota Palu diduga menggunakan dana Bantuan Sosial (Bansos) senilai Rp3 miliar, yang merupakan program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang bersumber dari anggaran APBN 2017. (ndr/who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.