alexametrics Hambatan, Tantangan dan Peluang dalam Pemberdayaan Nelayan di Kabupaten Buol – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Hambatan, Tantangan dan Peluang dalam Pemberdayaan Nelayan di Kabupaten Buol

Oleh : Dr. Sudirman K. Udja, M.Si.

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

ARTIKEL ini diangkat dari hasil temuan baru (Novelty) dalam penelitian Disertasi pada tahun 2019-2020, menunjukkan bahwa model pemberdayaan pada nelayan tradisional di Kabupaten Buol belum tepat sehingga belum mencapai hasil dan tujuan sebagaimana yang diharapkan.

Hambatan
Belum terbangun dan terpatrinya komitmen hati nurani di antara para stakeholders untuk berkolaborasi dalam proses pemberdayaan merupakan faktor penghambat utama. Kondisi ini peneliti anggap sangat urgen karena mustahil tujuan pemberdayaan nelayan tradisional yang merupakan kelompok mayoritas nelayan yang ada di daerah ini bisa tercapai.

Tantangan
Belum maksimalnya ketersediaan anggaran untuk program pemberdayaan masyarakat miskin, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN dan pos anggaran lainnya yang bisa digunakan untuk pengentasan kemiskinan yang rata-rata adalah kelompok masyarakat nelayan tradisional dan kelompok masyarakat petani kecil atau buruh tani.

Peluang
Adanya potensi etos kerja, budaya kerja dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai modal sosial yang tertanam dalam tubuh masyarakat, tetapi belum tergali dan dimanfaatkan dengan baik oleh pihak pelaku pemberdayaan. Selain itu, belum terjalinnya kemitraan yang baik dengan para pihak seperti Perguruan Tinggi, NGO dan lembaga lembaga donor lainnya yang peduli dengan pengentasan kemiskinan.

Berdasarkan hasil temuan di lokasi penelitian, maka peneliti menawarkan “pentingnya penerapan model Struktur Fungsional dalam pemberdayaan nelayan tradisional khususnya dan petani miskin. Peneliti berkeyakinan, jika Pemerintah Kabupaten Buol memiliki niat baik untuk mengentaskan kemiskinan nelayan dan petani kecil yang ada di daerah yang sama-sama kita cintai, maka sangat kita butuhkan adanya rumusan strategi implementatif tentang model yang tepat dan cocok diterapkan pada nelayan dan petani kecil yang ada di Kabupaten Buol.

Sekadar gambaran singkat peneliti nyatakan bahwa missi yang diusung oleh model Struktural Fungsional dalam pemberdayaan ini adalah membangun sistem kolaborasi dengan meningkatkan fungsi para stakeholder, memaksimalkan fungsi kemitraan, menggali dan memanfaatkan etos, budaya dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai modal sosial masyarakat setempat serta menggali dan memaksimalkan fungsi partisipasi masyarakat.

*) Penulis adalah dosen FISIP Universitas Tadulako, dan Pengurus utama di PB IKIB.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.