Hakim di PN Poso Dites Urine Narkoba

- Periklanan -

Ketua PN Poso Moch Yulihadi, Kepala BNNK Poso Max Tungka dan Para Hakim PN Poso Usai Jalani Tes Urin Narkoba, Rabu (30/8). (Foto: Budiyanto Wiharto)

POSO – Pengadilan Negeri (PN) Poso melakukan tes urine narkoba kepada seluruh hakim dan pegawaianya, Senin (28/8). Tes dilakukan untuk mengetahui ada-tidaknya para hakim dan pegawai PN sebagai pengguna/pecandu narkoba.

Ketua PN Poso Moch Yulihadi menyebut ada 9 orang hakim, termasuk dirinya, dan 26 pejabat/staf pegawai PN yang mengikuti tes urin. Sementara 2 hakim dan 3 pegawai lain belum menjalani cek urin karena sedang cuti. Tercatat PN Poso mempunyai total 11 orang hakim dan 30 pegawai staf.

Cek urin dilakukan sebagai deteksi dini penggunaan narkoba  dikalanganbhakim dan pegawai PN Poso. “Kita di PN kan sering menangani sidang kasus narkoba. Jangan sampe yang menangani justru terlibat dalam narkoba,”  jelas ketua PN Yulihadi pada Radar Sulteng.

“Intinya untuk deteksi dini. Sebagai pemutus akhir kasus narkoba maka kita harus membebaskan diri dari narkoba,” tambah dia usai tes urine digelar. Menurutnya, deteksi dini sangat di perlukan karena sudah banyak bukti yang menunjukan oknum aparat penegak hukum yang menangani kasus narkoba justru terlibat narkoba.

Bagaimana jika hasil tes urin nanti menunjukan ada hakim dan atau pegawai PN Poso yang positif narkoba? Yulihadi menyatakan akan memproses dengan melaporkannya ke Mahkamah Agung (MA). Dirinya juga akan melakukan proses rehabilitasi terhadap hakim dan atau pegawai PN yang positif narkoba. “Tapi saya optimis hasil tes urine nanti negatif. Karena saya belum melihat ada indikasi hakim atau pegawai saya yang doyan narkoba,” ungkap Yulihadi.

- Periklanan -

Terkait narkoba, ketua PN Poso mengakui soal masifnya peredaraannya yang tak mengenal batas usia, profesi dan status ekonomi. Bahkan tak sedkit oknum hakim di indonesia yang sudah menjadi korban barang haram tersebut. Karena marak sekaligus bahayanya narkoba inilah tes urin menjadi program nasional MA yang harus dilakukan di semua pengadilan, baik PN maupun PT, diseluruh indonesia.

Terpantau, saat proses cek urin dilakukan, para hakim dan pegawai PN Poso berjejer di depan toilet dan bergantian masuk toilet untuk diambil urinenya. Hingga berita ini dikirim hasil tes urine belum dikeluarkan.

Kepala BNNK Poso Max I Tunga menjelaskan tes urin dilakukan sebagai bagian upaya dari deteksi dini kasus narkoba. Sebab dari tes urin inilah langkah lanjut penanganannya bisa dilakukan, jika yang dites urin itu positif narkoba.

“Jika negatif alhamdulillah. Tapi kala positif tentu pengadilan bisa mengambil langkah lanjut semisal rehabilitasi,” ungkapnya.

Max kembali menekankan bahwa BNNK Poso siap melayani permintaan tes urine pada semua lembaga dan masyarakat yang membutuhkan.

“Hasil tes urine ini nanti akan kita serahkan ke pengadilan. Apa pun hasilnya,” sebut Max. Jika hasilnya ada yang positif, BNNK Poso siap memberi layanan rehabilitasi di kliniknya, klinik rehabilitasi Naka Madonde. Selain tea urin, BNK juga memberikan sosialisasi P4GN pada hakim dan pegawai PN Poso. Tujuannya kata Max, agar para hakim dan pegawai PN memahami soal tugas P4GN di BNNK Poso.

“Persoalan narkoba ini merupakan persoalan bangsa yang pencegahannya harus dulakukan bersama-sama oleh semua pihak. Perang terhadap narkoba juga bukan hanya perangnya BNN atau pemda. Tapi perang semua pihak termasuk menjadi perangnya pengadilan,” urai dia.(bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.