alexametrics Haji Suaeb Bantah Mundur dari Pencalonan Ketum PTMSI – Radar Sulteng
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Haji Suaeb Bantah Mundur dari Pencalonan Ketum PTMSI

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI)
Kota Palu, Haji Suaeb M. ALI membantah pemberitaan yang berkembang di kalangan olahragawan tenis meja se-Sulawesi Tengah (Sulteng), bahwa dirinya menyatakan mundur dari bursa pencalonan Ketua Umum PTMSI Sulteng pada Musyawarah Provinsi (Musprov) mendatang.

“Itu berita bohong belaka,” tegas Haji Suaeb dengan nada yang tinggi menjawab pertanyaan wartawan Radar Sulteng seputar adanya kiriman berita di Whatshap (WA), Jumat (03/06/2022).

Pernyataan tegas dan keras, dari sosok Haji Suaeb itu sangat bertolak belakang dengan sifat dan sikap yang selama ini melekat pada Haji Suaeb yang dikenal dengan kedermawanannnya dan santun bertutur kata serta semangat bila membicarakan program dan perkembangan kemajuan atlet tenis meja baik di Kota Palu maupun level Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya seperti inilah model dan gaya saya, datang teman-teman atlet pingpong ke sini (Gor PTM Satria Bima di Jl. Sapta Marga Palu-red) saya anggap adik-adik saya dan keluarga saya,” ucapnya, seraya menambahkan,”namun kali ini (pemberitaan bahwa dirinya mundur dari
pencalonan di Musprov-red) adalah pelecehan dan pencemaran nama baik saya. Ini sudah keterlaluan, sebab beritanya adalah bohong belaka”.

Ia mengatakan, dengan adanya berita bohong tersebut semakin menambah semangat saya untuk mencalonkan sebagai Ketua Umum PTMSI Sulteng yang sudah lebih 10 tahun tidak jelas arah pembinaan prestasi atlet di daerah ini.

“Berita bohong yang disebar-sebar di Whatshap (WA) di kalangan pemain pingpong di Sulteng, bukan menjadi semangat saya untuk maju di Musprov melemah. Tapi, justru ini jadi pelecut semangat saya untuk maju.
Karena saya ingin atlet tenis meja di Sulteng bisa berprestasi di kancah nasional hingga internasional. Itu Janji Saya. Dan saya bakal wujudkan impian dan cita-cita semua pemain pingpong di daerah ini,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Harian PTMSI Sulteng, Dr Idris pada kesempatan yang sama membenarkan berita WA tentang mundurnya Haji Suaeb dari pencalonan Ketua Umum PTMSI Sulteng pada saat Musprov berlangsung mendatang.

“Kiriman berita bahwa Haji Suaeb mundur itu benar. Dan hari ini Saya secara pribadi dan bersama teman-teman pengurus PTMSI Kota Palu datang ke sini (Gor PTM Satria Bima-red) untuk mengklarifikasi berita tersebut,” ucap Dr.Idris yang juga pemain pingpong PTM Imperial Palu.

Dia mengatakan, dalam kiriman WA yang masuk ke Handphonenya berasal dari salah seorang pengurus karakter PTMSI Sulteng. “Dalam WA tersebut disampaikan bahwa Pak Haji Suaeb sudah legowo mundur dari pencalonan di Musprov,” ucapnya, seraya menambahkan, ”atas kiriman WA tersebut saya langsung konfirmasi dengan pak Haji Suaeb. Apa benar informasi tersebut. Dan ternyata beritanya tidak benar”.

Adanya sikap yang tegas dari Pak Haji Suaeb tetap maju dalam pencalonan, maka pada kesempatan tersebut Dr. Idris yang merupakan mantan Ketua Harian PTMSI Sulteng mengajak sejumlah pengurus aktif PTMSI Kota Palu yang sempat hadir dalam pertemuan tersebut, untuk tetap memperkuat barisan pendukung Haji Suaeb maju di Musprov mendatang.

“Saya kira sudah saatnya buat tim sukses untuk mengantarkan pak Haji Suaeb maju sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PTMSI Sulteng pada ajang Musprov,” tambah Firdaus, salah satu pengurus teras PTMSI Kota Palu yang juga diamini pengurus PTMSI yang sempat hadir dalam acara tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa banyak kalangan atlet dan pemain pingpong di daerah ini berharap sosok ketua umum PTMSI Sulawesi Tengah mendatang adalah figur yang memberikan perhatian serius dalam perkembangan prestasi atlet tenis meja di provinsi ini.

“Siapapun beliau (ketua umum terpilih nantinya-red) wajib berdomisili di Kota Palu, agar fokus membangun olahraga ini karena bila terdapat masalah langsung bisa dicarikan solusinya,” demikian suara hati beberapa pemain tenis meja di Kota Palu dan kabupaten lainnya di Sulteng.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.