PENDIDIKANSULTENG

Hadirkan Pakar IAIN Cirebon untuk Memberikan Pencerahan

KULIAH TAMU : Narasumber Dr. Mohammad Ali, didampingi Dekan FAI Unismuh Palu Moh. Rizal Masdul, dan Wadek I Adhriyansyah Lasawali, saat membawakan materinya di kuliah tamu FAI Unismuh, kemarin.(FOTO : MUCHSIN SIRADJUDIN/RADAR SULTENG)
Melihat

PALU-Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhamadiyah (Unismuh) Palu menggelar kuliah tamu dengan tema MBKM Dalam Mewujudkan Mahasiswa Kreatif, Kompetitif dan Inovatif Mahasiswa FAI Unismuh, dengan menghadirkan narasumber Dr. Mohammad Ali, M.Pd, salah seorang staf mengajar (dosen) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon yang kedepannya akan berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Cyber Cirebon, Rabu (30/3).

Kuliah tamu dihadiri Dekan FAI Unismuh Moh. Rizal Masdul, S.Pd.I., M.Pd.I, Wakil Dekan (Wadek) I Adhriyansyah Lasawali, Wadek III Mufarik A. Marhum, S.Pd.I., M.Pd.I, serta mahasiswa FAI dari berbagai Program Studi (Prodi) yang ada di FAI Unismuh.

Dalam paparan kuliah tamu-nya, Dr. Mohammad Ali, mengeksplor minset dari konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas mas Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, agar mahasiswa dan mahasiswi di sebuah perguruan tinggi itu lebih bersikap kreatif, dan inovatif.

Untuk MBKM kata Mohammad Ali, menggunakan filososi MBKM, baik merdeka belajar maupun kampus merdeka di era industry 4.0 dan society 5.0. Prioritas utama di perguruan tinggi dalam lima tahun kedepan adalah menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul meimpin masa depan.

“Proses utamanya adalah pembinaan, pembelajaran, pencetakan karakter mahasiswa di perguruan tinggi, “ paparnya.

Menurutnya, pada proses merdeka belajar pembelajaran relevan diluar dan didalam kampus. “ Ideal tiga semester di luar program strudy (Prodi), yaitu berupa magang, pertukaran mahasiswa, mengikuti proyek di desa, wirausaha ritel, studi independen dan kegiatan mengajar di daerah terpencil yang dibimbing langsung oleh seorang dosen, “ serunya.

Diuraikannya, poin pertama adalah pendidikan, bahwa semua inovasi dan kreasi akan terasah untuk menguasai dunia maka harus dikuasai dulu ilmunya. Misalnya anda mau membuat remout control, maka anda harus mempelajari dan memahami bagaimana fungsi alat ini. Bagaimana desain fungsinya, bagaimana menyetel suara, membuat suhu yang panas dan dingin, serta bagaimana berfungsinya alat ini.

Mohammad Ali juga tak lupa dalam memberi kuliahnya, menunjukan jalan hidup para tokoh dunia yang sukses menjadi orang kaya dan terkenal hanya karena inovasi dan kreasinya. Misalnya Bill Gate, penemu dan pengembang Microsoft, bertahun-tahun bekerja dengan pola inovasi dan kepercayaan dirinya yang tinggi.

Begitu juga dengan penulis kondang JK Rowing, pengarang buku Harry Poter, yang sukses dengan bukunya yang best seller hingga buku karyanya ini difilmkan berseri-seri, dan berjilid-jilid. Filmya mencapai box office.

Selanjutnya kata Mohammad Ali, poin kedua adalah riset dan penelitian. Prosesnya menaati ketentuan umum penelitian. Pertama, kegiatan penelitian/riset dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan satu orang dosen yang ditetapkan oleh program study, dan satu orang dari lembaga mitra. Kedua, durasi waktu pelaksanaan kegiatan penelitian/riset selama satu semester. Ketiga, kegiatan penelitian/riset direkognisi dengan sejumlah SKS dan dikonversi ke mata kuliah dan/atau Surat keterangan Pendamping Ijazah. Keempat, seluruh kegiatan penelitian/riset dilaksanakan dengan mencantumkan nama universitas sebagai institusi resmi asal mahasiswa. Kelima, kegiatan penelitian tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh undang-undang maupun peraturan resmi dari pemerintah.

Poin ketiga adalah tanggungjawab universitas, dalam pelaksanaan penelitian/riset, universitas bertanggungjawab dalam hal mengordinasikan pelaksanaan penelitian/riset pada tingkat universitas, membuat kesepakatan dalam bentuk dokumen kerjasama (MoU/PKS) dengan mitra lembaga riset/laboratorium riset yang sudah terakreditasi, memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengikuti seleksi hingga evaluasi program riset di lembaga/laboratorium riset di luar kampus, menyusun pedoman teknis kegiatan pembelajaran melalui penelitian/riset, melaporkan hasil kegiatan belajar ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.

Sementara itu, kepada Radar Sulteng yang ditemui usai kuliah tamu, Dekan FAI Unismuh Moh. Rizal Masdul, S.Pd.I., M.Pd.I, mengatakan, tujuan dari kuliah tamu yang dipaparkan narasumber Dr. Mohammad Ali, M.Pd, dalam rangka MBKM di FAI Unismuh Palu adalah berkaitan dengan kreatifitas, inovasi mahasiswa menuju kualitas pendidikan.

“ Outputnya bagaimana dia berinovasi dan mengembangkan dirinya, “ tegas Moh. Rizal Masdul.

Dikatakannya, program MBKM ini berimpilikasi pada pembelajaran yang diberikan berupa kebebasan bagi mahasiswa sebanyak 20 SKS. Semuanya dimaksudkan untuk mengembangkan diri mahasiswa apakah melalui pertukaran mahasiswa, magang, ataupun Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“ Misalnya kita tempatkan di mitra kita untuk pengembangan kongnitif dan psikomotornya. Sehingga para alumni kita siap pakai, dan bisa bermanfaat bagi penggunannya di pasar kerja atau masyarakat, “ pungkasnya.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.