Hadie Sucipto Jabat Ketua Pj PWM Sulteng

- Periklanan -

HANIF
JADI PJ: Pejabat Ketua PW Muhammadiyah Sulteng, Hadie Sucipto (kiri), menerima Surat Keputusan pengesahan sebagai Pj Ketua, dari Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiya, KH Anwar Abbas (kanan), disaksikan Sekretaris PW Muhammadiyah Sulteng, Muh Amin Parakkasi, Minggu (11/11).

PALU – Jabatan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng, yang lowong setelah ditinggalkan (Alm) Ahmad Dahlan yang wafat medio September lalu, kini terisi.
Setelah melalui rapat pleno di tingkat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), menetapkan Hadie Sucipto, BSc, SAg, MPdI sebagai pejabat Ketua. Penyerahan SK Pj Ketua PWM Sulteng, dilaksanakan dalam rangkaian puncak Milad ke 106 Masehi Muhammadiyah, di aula rektorat Unismuh Palu, Minggu kemarin (11/11).
SK diserahkan Wakil Ketua Pimpinan Pusat, KH Anwar Abbas yang datang secara khusus untuk menghadiri, sekaligus mengisi pidato milad Muhammadiyah.
“Pj Ketua PWM sampai dengan pelaksanaan Muspim yang insya Allah kita rencanakan digelar setelah Tanwir di Bengkulu Februari mendatang. Dalam arena Muspim, barulah akan ditetapkan Ketua definitive sampai dengan pelaksanaan Muswil. Di Muhammadiyah, tidak ada dikenal istilah Muswil luar biasa,”kata Sekretaris PWM Sulteng, Muh Amin Parakkasi, SAg, MHI ditemui usai puncak milad.
Sementara itu, dalam pidato miladnya, KH Anwar Abbas banyak memberikan motivasi kepada warga Muhammadiyah untuk terus berperan aktif dalam setiap sendi kehidupan dan pembangunan. Warga parsyarikatan katanya, harus hadir untuk memberikan solusi. Bukan malah sebaliknya, jadi beban di masyarakat.
“Sebab itulah cirri sebagai ummat Islam yang berkemajuan. Muhammadiyah hadir dengan dakwah bil hikmah dan harus selalu jauh dari huru-hara. Lebih baik energy kita, kita manfaatkan untuk kemajuan bangsa, agama dan ummat,”katanya memberikan suntikan motivasi.
Puncak milad Muhammadiyah, dihadiri Staf Ahli Gubernur, H Ardiansyah Lamasitudju, SPd, MSi. Dalam sambutannya mewakili Gubernur, Ardiansyah yang bukan sosok asing dalam Muhammadiyah, memberikan banyak pesan.
“Milad ini diharapkan menjadi momen untuk saling menguatkan dan mendekatkan Muhammadiyah dengan masyarakat. Sekaligus harapan kami, agar Muhammadiyah makin bersinergi dengan pemerintah,”katanya.
Puncak milad, dihadiri ratusan warga, pengurus dan simpatisan Muhammadiyah serta seluruh Organisasi Otonom. Milad tahun ini, secara nasional mengangkat tema Ta’awun (tolong menolong dalam kebaikan) untuk Negeri. Sedangkan untuk level provinsi Sulawesi Tengah, mengangkat tema Ta’awun untuk Masyarakat Sulawesi Tengah Bangkit dan Mencerahkan, Atas Musibah Gempa, Tsunami dan Likuifaksi.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.