H. Muhiddin Said Bersama OJK Lakukan Penyuluhan Ekonomi kepada Pelaku UMKM Sigi

- Periklanan -

SIGI-Anggota DPR RI, H. Muhiddin Said bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) baru saja menggelar penyuluhan kepada masyarakat terdampak Covid-19, khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Sigi. Kegiatan penyuluhan digelar di gedung D’Qalbu Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sigi, Jalan Guru Tua Kabupaten Sigi, Jumat (12/3).

Penyuluhan dilakukan kepada 500 orang pelaku UMKM, namun menggunakan protokol kesehatan (Prokes), sehingga penyuluhan itu dilakukan terbatas terhadap 28 pelaku UMKM yang hadir kemarin.

“ Penyuluhan jasa keuangan terkait stimulus OJK masyarakat terdampak Covid-19 digelar secara door to door di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penyuluhan ini dilakukan kepada 500 warga yang pelaku UMKM, dan yang kemudian disertai dengan pembagian sembako, “ jelas H. Muhiddin Said.

Dalam menggelar penyuluhan H. Muhiddin Said didampingi Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Moh. Rizal Intjenae, hadir juga Bidang Humas OJK pusat, Yogi, kemudian perwakilan Kepala OJK Sulteng Amiruddin, dan Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Sigi, Kaharuddin BM Radjak.

Pada kesempatan itu, H. Muhiddin Said, yang juga anggota Komisi XI DPR RI, Bidang Keuangan dan Perbankan, menjelaskan panjang lebar mengenai tugas dan fungsi Komisi XI DPR RI yang bermitra dengan Bank Indonesia, OJK, perbankan, BUMN dan lembaga keuangan yang lain di Indonesia.

- Periklanan -

“ DPR RI memiliki hubungan kemitraan dengan lembaga keuangan, misalnya Bank Indonesia, OJK, BUMN, dan lain sebagainya lembaga keuangan yang ada di Indonesia. Karena itu kedatangan kami disini ingin menjelaskan peran itu, apalagi di situasi saat ini kita masih mengalami pandemi Covid-19 yang entah kapan berakhirnya, “ kata Muhiddin.

Sementara itu, Wakil kepala OJK Sulteng Amiruddin, menjelaskan tentang tugas dari OJK, yakni pengawasan, edukasi, dan perlindungan. Pada kesempatan itu, Amiruddin juga menerangkan bagaimana pihak OJK berperan dalam mengatasi masa pandemi Covid-19 saat ini. Uapaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh OJK bersama lembaga keuangan lainnya di Sulteng.

“ Sudah dijelaskan sangat lengkap tadi oleh pak Haji Muhiddin Said, tentag tugas dan peran dari OJK. Tentu kita semua sudah memahaminya. Sedangkan upaya apa saja yang kami lakukan selama masa menanggulangi pandemi Covid-19 terhadap warga yang mengalami permasalahan selama masa pandemi ini. Proyek relaksasi secara nasional diperpanjang sampai Maret 2022, “ jelas Amiruddin.

Haji Muhidin Said, kembali menjelaskan di saat peserta penyuluhan melontarkan berbagai pertanyannya, dalam sesi tanya jawab. Rata-rata penanya mempertanyakan bagiamana yang bisa dilakukan saat usaha yang dijalankan itu terpuruk, semisal usaha batok kelapa, pentol goreng, tukang jahit baju, dan usaha pangkas rambut, serta kendaraan sepeda motor yang tiba-tiba disita di tengah jalan oleh leasing karena sudah menunggak beberapa bulan. Menariknya, dari penanya ada yang bisa mendapatkan kredit usaha setelah meminjam uang dari lembaga yang menawarkan jasa keuangan namun memiliki bunga pinjaman yang cukup tinggi.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Muhiddin menyarankan masyaraat untuk mengambil sarana pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Pemerintah telah banyak melakukan berbagai upaya dalam rangka mendorong perekonomian rakyat. Saat ini ada bantuan Rp 2,4 juta itu, dari KUR, “ ungkap Muhiddin.

Menurutnya, kalau kredit pertama berhasil, nanti diberikan bantuan yang lebih besar lagi di KUR. Dijelaskan juga bahwa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp 2,5 triliun, sedang dilakukan pemerintah saat ini.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.