H-7 dan H+7 Lebaran, Peserta BPJS Bisa Langsung ke IGD Tanpa Rujukan

- Periklanan -

Warga mengeceka dministrasi BPJS Kesehatannya di BPJS Palu. (Foto: bmzIMAGES)

PALU – Bagi masyarakat pengguna kartu JKN-KIS yang sedang mudik lebaran tidak perlu takut dan khawatir jika tiba-tiba kesehatannya terganggu saat mudik, sebab mulai H-7 hingga H+7 lebaran, kartu JKN-KIS dapat digunakan berobat di seluruh UGD Rumah Sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tanpa melampirkan rujukan.

Kepala BPJS Kesehatan cabang Palu, Hartati Rachim dalam konferensi persnya, mengungkapkan dengan tema mudik nyaman bersama BPJS Kesehatan , Peserta JKN-KIS yang sedang mudik dapat berobat di luar wilayah tanpa harus melapor ke kantor cabang BPJS setempat, untuk prosedurnya peserta JKN-KIS dalam kondisi darurat maupun non darurat dapat langsung berobat ke IGD rumah sakit terdekat, yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kebijakan penyederhanaan prosedur pelayanan kesehatan tersebut berlaku sejak 19 juni 2017 sampai dengan 2 juli 2017.

- Periklanan -

Dengan ditertibkannya kebijakan tersebut, peserta JKN-KIS yang sakit pada saat perjalanan mudik ataupun telah sampai ke tujuan tinggalnya, kebijakan tersebut mengacu pada prinsip portabilitas yang diemban BPJS Kesehatan.

“Pelayanan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang sedang mudik dan status kepesertaanya aktif. Karena itu, mohon agar peserta memastikan telah membayar iuran dan disiplin pembayaran, agar status kepesertaanya terus aktif,” jelasnya.

Di samping itu, selama libur lebaran 2017, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan, Care Center 1500400 untuk mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, memperoleh informasi, melakukan pengaduan, melakukan konsultasi kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (Mutasi dan Aktivasi), serta mengetahui perhitungan denda pelayanan.

“Layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500400 hadir 7×24 jam, sementara khusus layanan konsultasi kesehatan dapat diperoleh pada Senin – Jumat pukul 07.00 – 20.00 WIB,” ungkap Hartati.

Hartati menegaskan, selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis yang jelas berdasarkan pemeriksaan dokter, maka fasilitas kesehatan tidak diperkenalkan menarik iuran biaya dari peserta. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.