Guru SMPIT-SDIT Al-Fahmi Gelar Pelatihan Jurnalistik

- Periklanan -

SERIUS: Guru-guru SDIT dan SMPIT Al-Fahmi, serius menerima materi dalam pelatihan jurnalistik yang digelar, Sabtu (7/1). (FOTO; Istimewa)

PALU – Menulis adalah aktivitas yang positif, dengan menulis gagasan dan pemikiran kita, akan diketahui dan diharapkan dapat memberikan manfaat. Menulis, juga merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam Islam.

“Kita dapat mengetahui bagaimana Rasulullah salat, juga berkat tulisan para Sahabat. Al-Quran juga berisi tulisan,”kata Kepala SDIT Al-Fahmi, Rahmawaty, S.Sos, saat membuka pelatihan jurnalistik, Sabtu (7/1).

Pelatihan jurnalistik dilaksanakan selama seharian. Pesertanya, guru-guru SDIT dan SMPIT Al-Fahmi. Peserta diberikan materi tentang sejarah jurnalistik, teknik meliput, teknik menulis dan foto jurnalistik.

“Peserta juga diberikan materi tentang teknik wawancara,”terang Rahmawati.

Rahmawati, mengatakan bahwa pelatihan jurnalistik, awalnya belum diagendakan saat penyusunan kegiatan sekolah di awal tahun ajaran yang lalu. Namun usulan kegiatan tersebut, baru disampaikan di awal semester 2. Tujuannya, untuk perluasan wawasan guru, meningkatkan kemampuan dalam menulis, baik menulis rilis, mengenai kegiatan sekolah, maupun menulis tentang hal-hal penting lainnya.

- Periklanan -

“Kami sudah menunjuk 10 orang, yang menjadi tim Humas SDIT. Nantinya, teman-teman di tim Humas ini, yang akan mengelola jurnalistik. Harapan kami, ke depannya, akan banyak kegiatan di sekolah ini yang bisa terupdate di media,”ungkapnya.

Ketua Panitia, Rahman Naufal SPdI, mengatakan bahwa pelatihan jurnalistik, selain diikuti guru, juga ada beberapa siswa SMPIT yang ikut sebagai peserta. Melalui pelatihan, selain meningkatkan kemampuan menulis para guru, juga akan memahami dunia jurnalistik.

“Sehingga kita berharap, ke depannya kami akan membangun hubungan yang sinergis dan kemitraan dengan teman-teman di media,”katanya.

Menurut Nauval yang juga Wakasek bidang Humas SDIT Al-Fahmi, bahwa di sekolahnya cukup banyak kegiatan dan prestasi yang belum terekspos, hanya karena minimnya pengetahuan para guru atau tenaga humas, untuk menulis rilis, atau membangun hubungan kemitraan dengan kalangan pers.

“Semoga dengan kegiatan ini, kita bisa mensyiarkan berbagai informasi penting. Baik kegiatan sekolah, maupun informasi mengenai prestasi siswa,”tandasnya.

Peserta pelatihan, diberikan materi tentang sejarah singkat dan sekilas mengenal jurnalistik. Juga ada materi teknik wawancara, teknik menulis dan materi tentang foto jurnalistik. Yang menarik, narasumber yang diundang, semuanya adalah orangtua siswa, yang berprofesi sebagai jurnalis, yakni Khaeruddin Saleh, SE dan Ibach Rumy SPd alias Papa Ocath.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.