alexametrics Guru SMK 1 Sigi Jadi Duta Rumah Belajar – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Guru SMK 1 Sigi Jadi Duta Rumah Belajar

Langsung Koordinasi dengan UPT TKIP Disdikbud Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Tidak bisa dipungkiri, Indonesia kini memasuki era digitalisasi. Perkembangan digital sangat berkembang pesat, baik itu dalam bidang transaksi belanja maupun bidang transportasi semua dapat dijangkau dengan platform digital yang diciptakan anak bangsa. Tidak hanya itu, dibidang pendidikan platform pembelajaran juga sudah mulai diminati masyarakat, pasalnya dengan desainya yang simple dan menarik tidak menjadikan siswa untuk bosan belajar.

Terlebih lagi dimasa pandemic seperti ini yang memaksakan siswa untuk melakukan sekolah online, tentunya platform belajar sangat dibutuhkan. Salah satu platform belajar yang didirikan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Rumah Belajar.

Di setiap provinsi juga telah dilakukan seleksi untuk menjadi duta rumah belajar. Belum lama ini, Provinsi Sulteng telah melakukan seleksi dan Salah satu Guru SMK 1 Kabupaten Sigi, Elis Noviana Hasibuan terpilih sebagai duta rumah belajar tahun 2020.

Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan dari Pusdatin Kemendikbud dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran di masing-masing provinsinya terutama Portal Pembelajaran gratis dari pemerintah yaitu Rumah Belajar.

Ditemui di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Elis mengatakan, untuk menyeleksi duta rumah belajar itu melalui beberapa proses seleksi. Diakuinya, dari ratusan pendaftar kemudian diseleksi menjadi 30 orang, kemudian diseleksi lagi menjadi 5 orang dan terpilihlah dia sebagai duta rumah belajar tahun 2020.

“Itu ada 4 level, di level pertama itu ratusan orang. Di level 4 itu sisa 30 dan dikerucutkan sampai terpilih. Pemilhannya secara online itu yang melakukan pemilihan dari Pusdatin Kememdikbud, jadi kita diwawancarai memang dari sana,” tuturnya, Senin (7/12).

Dia juga menjelaskan terkait program kedepanya, pihanya telah melakukan kolaborasi dengan duta belajar sebelumnya, baik itu menyatukan visi dan misi serta membangun potensi guru khusunya di bidang teknologi, informasi dan komunikasi dan mensosialisasikan rumah belajar agar bisa membumi di Provinsi Sulawesi Tengah.

Die era teknologi yang kian berkembang seperti sekarang, guru-guru kata Elis harus dituntut untuk menguasai teknologi, apalagi dengan kondisi remaja-remaja yang serba milenial. Untuk itu, hadirnya rumah belajar merupakan salah satu solusi untuk menambah ilmu para guru mengenai teknologi.

“Jangan sampai anak-anak lebih tau teknologi sementara guru-guru tidak tahu, jadi itu harus digenjotlagi, bagaimana seorang guru mampu menguasai teknologi,” tambahnya.

Tidak hanya guru, dia juga berpesan kepada orang tua siswa, dimasa pandemic ini sangat dibutuhkan perannya untuk mendampingi anak-anak belajar. Untuk itu dia berharap agara para orang tua juga bisa memanfaatkan platform rumah belajar, karena didalamnya juga ada satu panduan khusus orang tua terkait cara mengajar dan mendampingi anaknya belajar. “Disitu sudah lengkap, ada juga untuk orag tua,” bebernya.

Setelah dipilih, Elis langsung menyambangi UPT TKIP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng. Dalam kunjungan tersebut kata Elis merupakan salah satu program kerja Duta rumah belajar agar selalu saling berinergi.

Sementara itu, Duta Rumah Belajar tahun 2017, Fatma Sariati SE, kepada Duta Rumah Belajar yang sudah terpilih untuk selalu bersinergi untuk meningkatkan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) guru-guru di Sulteng, pasalnya dalam amatannya skil dari para guru terkait TIK masih sangat kurang, sehingga hal tersebut menjadi tugas para duta rumah belajar agar selalu membuata pelatihan-pelatihan untuk melatih para guru dalam pembuatan video pembelajaran. Dia juga berharap agar, para duta rumah belajar untuk bisa berjalan masing-masing tanpa harus selalu bersama, namun dengan tujuan yang sama yaitu meningkatkan TIK guru.

“Sebagai duta rumah belajar pertama, di sini saya mengajak para duta rumah belajar yang sudah terpilih dari 2017 hingga sekrang agar selalu bersinergi, bahwa sekolah di sulteng itu cukup banyak jadi tidak perlu takut, kalau salah satu sekolah sudah lakukan sosilisasi kemudian duta yang lain tidak kebagian sekolah, itu mustahil karena banyak sekolah di Sulteng,” pungkasnya. (win)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.