Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Guru Non PNS Kemenag Sulteng 8 Bulan Belum Terima Tunjangan Sertifikasi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@fajarnews.com)

PALU – Sudah hampir setahun, atau tepatnya 8 bulan, guru non PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Sulteng, belum menerima tunjangan sertifikasinya. Para guru tersebut merasa terzalimi, karena setiap kali bertanya, jawaban yang diterima, selalu berulang, bahwa pencairan sudah akan segera dilakukan.

“Faktanya, sampai sekarang sudah mau masuk 8 bulan, kami belum terima apa yang menjadi hak kami. Ketika hal ini ditanya, jawabannya katanya sudah mau dicairkan. Saya terakhir dengar, dulunya sudah mau cair akhir Maret. Sekarang sudah mau habis April, belum ada juga cair,”kata salah seorang guru, karena pertimbangan psikologis, meminta namanya dirahasiakan, Rabu kemarin (26/4).

Menurut sumber guru tersebut, tunjangannya tertahan sejak 2016 yang lalu. Pada Desember 2016, mestinya dia menerima sesuatu yang telah menjadi haknya itu, periode enam bulan, yakni mulai Juli hingga Desember 2016. Namun pada Desember, tunjangan yang diterimanya hanya untuk sebulan. Janji pejabat Kemenag yang punya kewenangan bagi-bagi uang sertifikasi itu, yang tidak terbayarkan di 2016, segera dibayarkan di awal 2017.

“Lagi-lagi hanya PHP (Pemberi Harapan Palsu). Sempat ada angin segar, ketika di Februari kami disuruh urus Kartu BPJS, karena katanya dalam aturan baru, tidak bisa dicairkan kalau belum ada kartu itu. Katanya orang Kemenag, kalau sudah ada kartu itu, akan segera dicairkan. Ternyata segera yang dimaksud, entah sampai berapa bulan lagi,”singgung sumber.

Sumber, mengaku iri dengan guru di lingkungan Dinas Pendidikan yang proses pencairan sertifikasinya hampir tidak mengalami hambatan. Selain tertundanya pembayaran, yang juga disesalkan sumber, karena Kemenag tidak pernah terbuka, menyampaikan apa sebenarnya yang terjadi.

“Apakah memang uangnya sudah tidak ada karena negara katanya sudah mau bangkrut, atau ada masalah lain. Saya yakin, semua pejabat di Kemenag adalah Ustad dan paham ilmu agama. Dalam Islam kan Nabi SAW jelas mengatakan dalam Sabdanya, bayarlah orang yang bekerja, sebelum keringatnya kering. Kalau kita ini, bukan hanya keringat yang kering, tapi sudah air mata juga yang kering, karena hanya dapat surga telinga terus,”kata sumber dengan nada ketus.

Sumber, mengaku memiliki harapan besar, agar semua tunjangannya bisa terbayarkan sebelum puasa. Selain itu, sumber meminta agar seluruh yang tertunggak, yakni selama 8 bulan tersebut, juga tidak ada lagi yang dipending.

Dikonfirmasi terkait keluhan guru non PNS tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Drs H Abdullah Latopada, MPdI, enggan memberikan komentar.

Ketika didesak, Kakanwil yang ramah senyum ini, hanya mengatakan pihaknya juga sementara berupaya mengurus agar pembayaran sertifikasi non PNS di lingkup Kemenag Sulteng segera dibayarkan.

“Kita sementara urus, untuk lebih jelasnya langsung ke Kabidnya (Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, DR H Nasruddin L Midu MAg, red) saja,” ujar Abdullah Latopada ditemui di kantin Kantor Kemenag Provinsi Sulteng, kemarin (26/4).

Sementara itu, Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Provinsi Sulteng, Dr H Nasruddin L Midu MAg yang hendak ditemui, kemarin sedang tidak berada di kantor. Menurut salah satu pegawai di ruangan Bidang Pendidikan Madrasah, bahwa Nasruddin L Midu sedang berada di Bogor dan baru berangkat pada Rabu pagi kemarin (26/4).

“Pak Kabid ke Bogor. Biasanya kalau ke luar kota begini, sampai 3 hari baru pulang,” ucap pegawai tersebut. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.