Guru Korban Bencana Terima Tunjangan Khusus

- Periklanan -

TETAP SEMANGAT: Guru di SD Karya Tayyibah Mamboro tetap bersemangat menjalankan tugas di tengah kondisi darurat. Pemerintah menyiapkan bantuan berupa tunjangan bagi guru penyintas bencana.

PALU – Guru-guru terdampak bencana alam yang berada di Kota Palu kini kembali bernafas lega dengan cairnya tunjangan khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu Ansyar Sutiadi mengungkapkan, tunjangan khusus tersebut dikhususkan kepada guru-guru yang berada di bawah naungan Disdikbud Kota Palu.

Tercatat sebanyak 3.961 orang guru yang berhak menerima tunjangan tersebut, yang terdiri dari guru TK 678 orang, SD sebanyak 2.092 orang dan guru SMP 1.971 orang. Dengan masing-masing menerima Rp1,5 juta untuk guru PNS, dan Rp2 juta untuk guru non PNS, dipotong dengan pajak.
Ia menyebutkan, hanya guru yang namanya masuk dalam Dapodik (data pokok pendidikan) yang akan menerima tunjangan tersebut. Namun pegawai ada yang tidak terdata dalam dapodik, seperti penjaga sekolah dan pegawai perpustakaan tidak akan mendapatkan tunjangan khusus dari Kemendikbud.

“Semua guru yang terdata dan masuk dalam data pokok pendidikan akan menerima tunjangan itu dan saat ini sudah mulai berlangsung proses pencairan ke masing-masing rekening guru yang bersangkutan,” ungkapnya, Kamis (6/12).

- Periklanan -

Masih kata Ansyar, kepada guru-guru yang mendapatkan tunjangan tersebut bisa saling berbagi terhadap penjaga sekolah dan pegawai perpustakaan yang tidak mendapatkan tunjangan tersebut.

Dia berharap dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat khususnya Kemendikbud RI, menjadi cambuk motivasi bagi guru-guru untuk meningkatkan kinerjanya.

“Kami berharap kepedulian dari kepala sekolah dan para guru untuk berbagi di tengah kondisi seperti saat ini, sehingga yang tidak mendapatkan tunjangan tetap dapat merasakan tunjangan tersebut,” harapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Ketenagaan Disdikbud Kota Palu Imam Sutarto menuturkan, mekanisme pemberiaan tunjangan khusus tersebut diberikan berlangsung selama enam bulan. Yang mana penyaluran tahap pertama dilakukan awal Desember. Kemudian setelah itu akan kembali diterima lagi oleh para guru dan kepala sekolah pada Februari mendatang.

“Tunjangan yang diberikan ini berlangsung selama enam bulan, penyaluran tahap awal pun dilakukan awal bulan Desember ini dan tiga bulan selanjutnya akan diterima Februari tahun depan,” tuturnya. (slm)

 

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.