Guru Didorong Terapkan Aplikasi Pembelajaran

Nurhayati Nadra : Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Sejalan dengan Penyampaian Kakanwil Kemenag Sulteng

- Periklanan -

PALU-Penilaian dan aplikasi pembelajaran (e-learning : google form dan google classroom) menjadi pembahasan utama pada agenda bulanan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kota Palu yang dilaksanakan, Sabtu (8/2) di MTs Alkhairaat Pusat Palu.

Ketua MGMP Bahasa Inggris Madrasah Aliyah, Rafli R Umar sebagai narasumber pada pertemuan kali ini menjelaskan pentingnya penerapan aplikasi dalam pembelajaran atau pembelajaran berbasis aplikasi. Sebab kata dia, di era sekarang ini, pembelajaran yang efisien juga menuntut guru untuk melek teknologi informasi dan komunikasi. Di antara yang paling menunjang proses belajar mengajar dan penilaian kata Rafli ialah google form dan google classroom.

“Dengan penggunaan google form dan google classroom pembelajaran makin menarik karena menggunakan teknologi dan lebih efisien karena menghemat penggunaan kertas,” kata Rafli menjelaskan.

Penggunaan aplikasi ini juga sambungnya, menjadikan penilaian lebih transparan karena setelah siswa menjawab soal atau pertanyaan, nilai akan langsung keluar dan siswa bisa langsung mengetahui nilai yang didapatkannya. Keunggulan lainnya dari penggunaan aplikasi dalam pembelajaran kata Rafli ialah mendorong siswa untuk jujur dalam mengerjakan tugas.

- Periklanan -

“Karena nomor soalnya akan teracak. Sehingga tidak bisa saling mencontek. Ini juga membuat penilaian kepada siswa lebih objektif berdasarkan pengetahuan siswa itu sendiri,” paparnya.

Pengawas pembina mata pelajaran Bahasa Inggris Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Nurhayati Nadra yang turut hadir pada kesempatan itu menerangkan pembelajaran berbasis aplikasi di era 4.0 saat ini memang menjadi keharusan. Hal ini kata Nurhayati, sejalan dengan apa yang disampaikan Kakanwil Kemenag Provinsi Sulteng, Dr H Rusman Langke MPd saat memberi materi pada seminar pendidikan nasional, beberapa waktu lalu bahwa tidak boleh guru gaptek dengan teknologi informasi. Sebagai pengawas mata pelajaran Bahasa Inggris, Nurhayati menjelaskan pihaknya sudah mendorong para guru untuk menerapkan pembelajaran yang lebih modern. Saat ini kata dia, sebagian besar Madrasah sudah menerapkan pembelajaran berbasis aplikasi.

“Untuk Madrasah-Madrasah yang belum, tetap kita minta kepada guru-gurunya khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris agar dalam pembelajaran, minimal menggunakan model seperti ini. Ini juga sekaligus membantu dan memudahkan para guru dalam pembelajaran,” kata Nurhayati.

Dia menambahkan, antusias guru-guru Bahasa Inggris untuk terus mengembangkan diri terlihat begitu tinggi. Hal ini kata Nurhayati bisa terlihat dari aktifnya para guru untuk mengikuti kegiatan rutin MGMP ini setiap bulannya yang diisi dengan beragam materi penting terkait pembalajaran dan perkembangan MGMP Bahasa Inggris.

“Saya sangat memberi apresiasi terhadap partisipasi guru Bahasa Inggris yang aktif dalam kegiatan MGMP,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.