Guru di Sulteng Diberi Pemahaman Kepariwisataan

- Periklanan -

PALU – Ratusan guru di Sulawesi Tengah diberi pelatihan dasar kepariwisataan. Kegiatan ini, bertajuk pelatihan dasar sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan goes to school bagi guru, yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di Hotel Santika, Senin kemarin (1/4).

Ketua Panitia, Hj Ulfa Nilawati SSos MSi dalam laporannya menyampaikan, narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini selain menggunakan narasumber lokal yakni Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Drs I Nyoman Sriadijaya MM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulteng, Drs H Irwan Lahace MSi, serta dia sendiri selaku Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, juga menghadirkan pemateri dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Arius SM Hutahaean SH MH.

Materi yang akan disajikan pada peserta kata Hj Ulfa Nilawati ialah mengenai gambaran dasar pariwisata dan dampaknya terhadap ekonomi di daerah yang disampaikan Arius SM Hutahaean. Kata dia, Kepala Dikbud Provinsi Sulteng, dalam materinya akan memaparkan mengenai peranan guru dalam mendukung perkembangan pariwisata, serta Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, menyampaikan materi pemahaman dasar pariwisatan dan implementasi sapta pesona, dan akan ditutup Kepala Dinas Pariwisata Sulteng.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, I Nyoman Sriadijaya kepada Radar Sulteng di sela-sela kegiatan menjelaskan, salah satu hal terpenting dalam melakukan pengembangan kepariwisataan adalah dengan melatih kesiapan SDM kepariwisataan agar sepaham untuk sadar wisata, dan itulah kata dia yang sekarang sedang difokuskan Dinas Pariwisata dengan melakukan berbagai pelatihan dasar SDM kepariwisataan.

- Periklanan -

“Ada hal yang kita tinggalkan, yang kita kurang perhatikan di masa lalu dalam membangun destinasi. Kita membangun destinasi, berpikir infrastrukturnya dulu. Padahal kesiapan sumber daya manusia kita yang punya mindset untuk sadar wisata, siap dia dengan hospitalitynya, bagaimana dia menciptakan rasa aman, tertib, nyaman, indah, sejuk, ramah, kenangan. Itu yang sangat penting,” kata Nyoman Sriadijaya.

Kondisi yang aman, tertib, nyaman, indah, sejuk, ramah kenangan itu sambungnya, tidak akan tercipta jika SDM kepariwisataan belum mumpuni. Dia mencontohkan, kondisi kepariwisataan yang hanya memerhatikan infrastruktur tanpa upaya meningkatkan kapasitas SDM kepariwisataan, maka akan ada destinasi wisata yang begitu bagus dan indah namun masyarakat sekitar tidak tertarik untuk mengembangkan, menjaga serta merawat kawasan tersebut. “Oleh sebab itu, saya menyarankan, mungkin ini ada maksud Tuhan dalam masa pemulihan ini kelompok sadar wisata, penggiat-penggiat ini yang harus kita munculkan,” tandasnya.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini, dibuka Gubernur Sulteng, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Hj Sitti Norma Mardjanu SH MSi MH. Gubernur kata Norma Mardjanu, mengharapkan, melalui kegiatan ini lahir kader-kader kepariwisataan yang handal. Peran guru di sekolah kata dia juga penting untuk mengajar para siswa dengan konsep kepariwisataan.

“Diharapkan dengan pelatihan dasar ini, lahir kader-kader kepariwisataan yang membawa perubahan yang lebih baik. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, menjadi lebih faham, dan ingin berbuat sesuatu untuk memajukan pariwisata,” pungkasnya. (saf/exp)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.